Pemda DIY meminta masyarakat melakukan vaksinasi COVID-19

id Vaksinasi,DIY,Yogyakarta

Pemda DIY meminta masyarakat melakukan vaksinasi COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie saat jumpa pers secara virtual di Yogyakarta, Senin. (ANTARA FOTO/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat melakukan vaksinasi COVID-19 karena cara ini yang terbaik untuk melindungi keluarga dan warga di daerah ini di tengah pandemi.

"Kami lebih mengutamakan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19 ketimbang memaksa mereka dengan memberikan sanksi. Seperti yang diharapkan Pak Gubernur DIY kita diminta membuat masyarakat sadar bahwa vaksinasi adalah cara terbaik melindungi keluarga dan masyarakat. Jadi kesadaran yang kami dahulukan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie saat jumpa pers secara virtual di Yogyakarta, Senin.

Oleh karena itu, ia mengatakan kemungkinan DIY tidak akan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang menolak vaksinasi. Cara yang akan diprioritaskan, kata dia, lebih pada sosialisasi dan ajakan dengan melibatkan para tokoh masyarakat.

"Menurut kami kesadaranlah yang kita butuhkan, bukan ketakutan," kata dia.

Ia menuturkan untuk menghadapi pandemi COVID-19 dibutuhkan upaya cepat sebab virus SARS-CoV-2 akan terus bermutasi dan salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan adalah dengan vaksinasi.

"Kita harus cepat karena virusnya ini tidak berhenti. Virus terus bermutasi, supaya kita juga harus berpacu dengan waktu agar tidak semakin banyak korban dan banyak yang meninggal," kata dia.

Pembajun mengatakan untuk vaksinasi tahap pertama, DIY mendapatkan jatah 26.800 vaksin. Puluhan ribu vaksin sinovac itu telah tiba di Yogyakarta pada 5 Januari 2021 dan kini tersimpan di Gudang Farmasi Dinkes DIY.

Vaksinasi tahap pertama akan dikhususkan untuk SDM kesehatan atau seluruh pihak yang terkait dengan pelayanan kesehatan. Hingga 8 Januari jumlah data calon peserta vaksinasi tahap pertama sebanyak 35.239 orang.

Meski pelaksanaan vaksinasi tetap menunggu hasil uji klinis terkait persetujuan penggunaan darurat (EUA) dari BPOM, Pemda DIY menetapkan vaksinasi perdana pada 14 Januari 2021 di Bangsal Kepatihan.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X akan menjadi salah satu peserta vaksinasi perdana, di susul para perwakilan organisasi profesi, tokoh agama, serta tokoh masyarakat lainnya.

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, kata Pembajun, belum akan mengikuti vaksinasi tahap pertama karena vaksin sinovac hanya diperuntukkan untuk rentang usia 18-59 tahun.

"Kalau Ngarso Dalem (Sultan HB X) kan usianya sudah di atas itu, jadi dari masukan saran tenaga ahli beliau nanti pada saat vaksinasi yang khusus untuk lansia," kata dia.

Dari empat tahap pelaksanaan vaksinasi, total jatah vaksin yang bakal diterima DIY adalah sebanyak 2.605.179 dosis vaksin COVID-19.

Setelah SDM kesehatan, pada tahap kedua, DIY bakal menerima 555.290 dosis yang diperuntukkan sektor pelayanan publik dan para lanjut usia (lansia).

Tahap ketiga, akan dikhususkan bagi masyarakat kelompok rentan sebanyak 995.353 dosis dan tahap terakhir sebanyak 1.067.912 dosis vaksin diberikan kepada pelaku ekonomi yang esensial serta masyarakat lainnya.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) DIY Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B (K), Onk meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan vaksin COVID-19 yang nantinya akan diberikan secara gratis untuk seluruh masyarakat.

"Ya tidak usah khawatir selama vaksin itu sudah masuk di Indonesia dan punya surat izin edar, berarti sudah di-'approve' (disetujui) oleh yang berkompeten, yaitu BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan)," kata Darwito.

Mantan Direktur Utama RSUP Dr Sardjito ini menegaskan bahwa apabila vaksin telah disetujui oleh BPOM, maka tidak perlu lagi dikhawatirkan dari sisi keamanan.

"Yang namanya di-'approve' itu ya sudah yang paling baik, yang paling minim efek sampingnya," kata dia.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar