Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Kelompok Usaha Bersama Tiwi Manunggal Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kebanjiran permintaan gula semut dari Jerman dan Amerika Serikat.

"Seharusnya, Agustus ini kami mendapat permintaan 10 ton gula semut ke Jerman dan 20 ton ke Amerika Serikat, namun karena ada kebijakan ekspor dilakukan setelah lebaran maka terpaksa ditunda," kata Ketua KUB Tiwi Manunggal Sutriyana di Kulon Progo, Senin.

Ia mengatakan, setiap minggungnya permintaan Gula semut mencapai empat ton dengan harga sekitar Rp20.000 per kilogramnya.

Harga gula semut lebih tinggi dibandingkan dengan harga gula cetak yang beredar di pasaran yang berkisar Rp11.000 per kilogram hingga Rp12.000 per kilogram.

Permintaan dari luar negeri juga semakin meningkat seiring semakin dikenalnya KUB Tiwi Manunggal di pasaran Internasional.

Banyak tamu asing dari Australia, Prancis dan Inggris datang ke KUB Tiwi Manunggal untuk mengetahui kualitas produksi gula semut. Rencananya, jika standar gula semut KUB Tiwi Manunggal memiliki kualitas bagus, negara tersebut akan melakukan pemesanan dalam jumlah besar.

"Kami sangat berharap, mereka melakukan pemesan gula semut dari kami. Sehingga harga gula semut tinggi, dan keuntungan petani gula kelapa juga banyak dan kedepannya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani," kata Sutriyana.

Ia mengatakan, KUB Tiwi Manunggal mendapatkan bantuan awal penguatan modal usaha kecil (PMUK) dari Kementerian Koperasi, Usaha Kecil,Mikro dan Menengah sebesar Rp50 juta bersamaan bantuan dengan pengembangan bantuan sebesar Rp260 juta untuk pembelian alat dan pembangunan gudang.

"Bantuan PMUK sendiri selama satu bulan sudah mendapatkan keuntungan bersih Rp3,8 juta. PMUK juga digunakan untuk membeli gula semut dari anggota KUB Tiwi Manunggal," kata dia.

Ia mengatakan, bantuan PMUK digunakan untuk gula semut rasa jahe sebesar Rp10,4 juta, gula rasa kayu manis Rp18,8 juta dan gula semut netral Rp19,7 juta.

Adapun jenis produksi gula semut KUB Tiwi Manunggul yakni gula rasa jahe,gula netral, gula rasa kayu manis. Harga berkisar Ro18.500 per kilogram hingga Rp19.000 per kilogram.

"Kami juga terus menjaga kualitas dari produksi gula semut dan sangat mengutamakan kualitas gula semut karena konsumen atau eksportir sangat selektif membeli gula semut. Gula semut harus organik, karena mereka juga ambil contoh untuk dilakukan uji coba di laboratorium untuk mengetahui kualitasnya," kata dia.

(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar