Jogja (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kota Yogyakarta mengusulkan kenaikan anggaran belanja tidak langsung dalam bentuk belanja hibah sebesar Rp14,498 miliar melalui Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2012.

"Rencana kenaikan belanja hibah ini ditujukan semata-mata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti usai menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2012 di Yogyakarta, Senin.

Dalam APBD 2012, belanja hibah dianggarkan sebesar Rp31,153 miliar, dan akan naik menjadi Rp45,651 miliar apabila DPRD Kota Yogyakarta menyetujui usulan dari pemerintah daerah setempat.

Salah satu bentuk penggunaan dana hibah tersebut adalah menambah "universal coverage", dana stimulan untuk rukun warga dan biaya administrasi untuk rukun tetangga dan rukun warga.

Meskipun ada kenaikan yang cukup signifikan untuk anggaran hibah, namun pemerintah juga mengusulkan pengurangan dana bantuan sosial dari Rp11,872 miliar dalam APBD murni menjadi Rp1,748 miliar dalam Rancangan Perubahan APBD 2012.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Yogyakarta Bambang Anjar Jalumurti mengatakan, peningkatan belanja hibah tersebut semata-mata ditujukan untuk efektifitas pemanfaatan anggaran karena waktu pelaksanaan hanya tersisa tiga bulan.

"Anggaran hibah bisa terserap dengan lebih cepat dibanding bila dana tersebut harus dianggarkan dalam bentuk kegiatan dari masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Apalagi, pekerjaan rumah di masing-masing SKPD masih cukup banyak," katanya.

Untuk menghindari penyelwengan penggunaan dana belanja hibah, lanjut Bambang, maka bentuk belanja hibah akan diberikan dalam bentuk barang dan bukan lagi berbentuk uang.

"Pengawalan pemanfaatan dana hibah dapat dilakukan saat proses verifikasi proposal. Warga yang ingin memanfaatkan dana publik itu harus menyerahkan proposal. Nantinya, proposal itu harus diverifikasi untuk menghindari penyimpangan," katanya.

Sementara itu, dalam Rancangan Perubahan Anggaran dan Pendapatan Asli Daerah tersebut juga akan ada peningkatan pendapatan daerah sebesar Rp172,312 miliar sehingga pendapatan daerah meningkat dari Rp899,626 miliar menjadi Rp1,071 triliun.

Meskipun ada peningkatan pendapatan daerah, estimasi belanja daerah juga mengalami peningkatan dari Rp934,387 miliar menjadi Rp1,138 miliar dalam Rancangan Perubahan APBD 2012.

Defisit tersebut akan ditutup dengan Silpa tahun anggaran sebelumnya.

(E013)

Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar