Selasa, 17 Oktober 2017

Ribuan benih ikan disebar peringati Hari Air

id benih
Yogyakarta (Antara Jogja) - Pemerintah Kota Yogyakarta menyebar ribuan benih ikan berbagai jenis di tiga sungai besar di Yogyakarta, Code, Gajah Wong dan Winongo saat memperingati Hari Air Dunia ke-25.

"Harapannya, masyarakat bisa selalu memelihara kelestarian sungai karena sungai tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat termasuk menjaga kelestarian biota yang ada di dalamnya," kata Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sulistiyo di sela peringatan Hari Air Dunia ke-25 di Yogyakarta, Minggu.

Benih ikan yang disebar tersebut di antaranya adalah bawal, nila dan wader. "Ikan-ikan ini juga harus dipelihara sehingga bisa memberikan manfaat kepada warga di sekitar sungai. Cara memeliharanya adalah menjaga agar kondisi sungai tetap bersih dan bebas dari pencemaran," katanya.

Menurut dia, salah satu tindakan nyata yang bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga kelestarian air dan sungai di antaranya adalah dengan tidak membuang sampah atau limbah ke sungai dan rutin membersihkan sungai dari tumpukan sampah dan sedimen lainnya.

Salah satu sedimen atau pendangkalan yang cukup besar berada di Sungai Code tepatnya di Kampung Surokarsan Kelurahan Wirogunan. Sedimen pasir dan batu tersebut menutup hampir separuh lebar sungai. Bahkan, warga dapat berjalan-jalan atau bermain di sedimen tersebut.

"Namun demikian, pembersihan sedimen tidak bisa dilakukan secara asal karena terkadang tumpukan sedimen tersebut menopang talud yang ada di sampingnya. Harus dikakukan dengan penghitungan yang tepat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono mengatakan, akan segera melakukan pengerukan sedimen di Sungai Code yang ada di Kampung Surokarsan sekaligus melakukan perbaikan talut.

"Kegiatan sudah masuk lelang dan diharapkan pada April sudah bisa dimulai pekerjaan perbaikannya. Panjang talut yang akan diperbaiki sekitar 30 meter," kata Agus.

Di lokasi tersebut, kondisi talut yang rusak mencapai sekitar 200 meter. Proses perbaikan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana mengatakan, untuk mempertahankan kualitas air sungai di Kota Yogyakarta membutuhkan usaha yang besar, khususnya untuk sungai yang padat permukiman.

"Dari tiga sungai besar di Kota Yogyakarta, kualitas air di Sungai Gajah Wong dan Winongo relatif lebih baik dibanding Sungai Code yang sudah dipadati permukiman," kata Suyana.

Faktor utama menurunnya kualitas air sungai adalah perilaku masyarakat yang membuang limbah rumah tangga ke sungai secara langsung tanpa melalui proses pengolahan terlebih dulu.

"Masyarakat bisa memiliki IPAL komunal yang selalu terjaga dengan baik agar fungsi IPAL tersebut tetap dalam kondisi baik," katanya.

Selain itu, DLH juga sudah memiliki 40 petugas pembersih sungai atau "ulu-ulu" yang bertugas menjaga kebersihan di tiga sungai yaitu Sungai Code, Gajah Wong dan Winongo. (E013)

Editor: Nusarina Yuliastuti

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga