Sultan lantik Kepala Daerah Kulonprogo dan Kota Yogyakarta

id sultan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X melantik Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta masa jabatan 2017-2022 di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Senin.

Bupati-Wakil Bupati Kulon Progo yang dilantik yakni Hasto Wardoyo-Sutedjo, serta Wali Kota-Wakil Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi.

"Selamat berkarya dan mengabdi karena pengabdian adalah pelaksanaan kata-kata," pesan Sultan kepada para kepala daerah yang dilantik dalam sambutannya.

Sultan berharap para kepala daerah terpilih mampu menjalankan kelancaran dan kesinambungan program-program pembangunan dengan meningkatkan pelayanan publik dan pembenahan tata kelola yang baik dengan tetap berkoordinasi dengan dan bersinergi bersama Pemda DIY

"Harus cerdik mengatur skala prioritas sehingga program-program yang dijanjikan pada era kampanye dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu.

Menurut Sultan, meski wilayah Kulon Progo dan Kota Yogyakarta memiliki sumber daya yang berbeda, akan tetapi keduanya potensial untuk dikembangkan untuk kesejahteraan warganya masing-masing.

Kota Yogyakarta yang menurut Sultan merepresentasikan visualisasi keistimewaan DIY hendaknya mampu memprioritaskan penataan tata ruang dan sistem transportasi kota beserta pengaturan dan penegakan aturan serta kebersihan kotanya.

Kota Yogyakarta, menurut dia, juga harus siap menerima efek limpahan atas dorongan berbagai aspek dari bandara internasional baru di Kulon Progo yang saat ini dalam proses pembangunan serta tarikan pariwisata dari wilayah selatan DIY.

Sementara untuk wilayah Kulon Progo, Sultan mengibaratkan seperti magnet karena dengan dibangunnya bandara internasional baru akan banyak menarik minat investor untuk berpartisipasi.

Dalam hal itu, menurut Sultan, kewajiban Pemerintah Kabupaten Kulon Progo adalah memfasilitasi para usahawan lokal DIY agar mampu ikut menangkap peluang usaha baru yang tercipta.

"Serta menyiapkan tenaga profesional agar juga mampu mengisi terbukanya kesempatan kerja baru yang memerlukan tingkat kompetensi yang terspesialisasi," katanya.

Selain itu, Sultan menilai justru yang terpenting dalam upaya akselerasi pembangunan bandara yakni agar Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo mulai saat ini bersedia turun tangan sendiri merangkul masyarakat untuk melanjutkan pembangunan relokasi hunian dan pendampingan pembebasan tanah tersisa yang telah dikerjakan oleh Penjabat Bupati.

"Jangan seperti yang lalu," kata dia.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti seusai pelatikan menyatakan siap menjalankan tugas-tugasnya sesuai pesan Gubernur DIY.

"Saya sudah berjanji tidak semata-mata kepada manusia tapi juga kepada Tuhan. Apalagi saya satu-satunya yang menggunakan `bismillah` dalam pembacaan pakta intgritas tadi," kata Haryadi.

Menurut dia, terkait limpahan berbagai aspek dari bandara baru, tidak semata-mata direspon dengan penambahan pembangunan hotel-hotel baru, apalagi saat ini masih dalam masa moratorium pembangunan hotel di Kota Gudeg itu.

"Saya tidak mengatakan hotel harus bertambah ya," kata dia saat ditanya kesiapan merespon efek bandara.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan akan segera menyelesaikan akusisi lahan dan relokasi hunian warga terdampak pembangunan bandara dalam program 100 hari kerjanya.

"Saya harus `berlari` karena bandara ini sangat mendesak, apalagi Presiden Joko Widodo menargetkan 2019 pesawat sudah harus bisa mendarat," kata Hasto.
L007
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar