Puluhan rumah di Banyumas tertimpa pohon tumbang

id Puluhan rumah di Banyumas tertimpa pohon tumbang

Ilustrasi pohon tumbang akibat angin puting beliung (ANTARA FOTO/Rahmad/aww/17)

Banyumas (Antara) - Puluhan rumah di sejumlah desa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, rusak akibat tertimpa pohon tumbang saat terjadi angin puting beliung atau langkisau pada Kamis (12/10) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara di Banyumas, Jumat menyebutkan bencana angin puting beliung yang disertai hujan lebat tersebut di antaranya melanda Desa Karangkemiri, Babakan, dan Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, serta Desa Pageraji dan Langgongsari, Kecamatan Cilongok.

Salah seorang warga Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok,  Risun mengatakan angin puting beliung itu terjadi pada hari Kamis (12/10), sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan lebat.

"Anginnya kencang banget, berputar-putar. Pohon ini tumbang juga enggak kedengaran, tahu-tahu sudah menimpa rumah," katanya.

Menurut dia, banyak rumah di Desa Langgongsari yang tertimpa pohon tumbang akibat angin puting beliung.

Sementara itu, Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas Heriyana Ady Candra mengatakan pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) setempat masih mendata jumlah rumah yang tertimpa pohon tumbang akibat angin puting beliung yang terjadi Kamis (12/10) malam.

"Tadi malam, kami bersama Tim Reaksi Cepat BPBD Banyumas telah mendatangi beberapa lokasi kejadian untuk membantu warga menyingkirkan pohon tumbang yang menimpa rumah dan dilanjutkan pagi ini," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan angin kencang yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Banyumas termasuk angin puting beliung karena bersifat lokal.

"Angin puting beliung hanya terjadi dalam radius beberapa kilometer saja sehingga bersifat lokal, sedangkan angin kencang bisa lebih luas lagi," katanya.

Ia mengakui jika selama ini, potensi angin puting beliung terjadi pada siang menjelang sore hari namun kadang terjadi pada malam hari seperti di Banyumas.

Menurut dia, angin puting beliung berpotensi terjadi jika kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari terlihat cerah dan terasa panas namun pada siang menjelang sore terlihat mendung karena adanya awan Cumulonimbus yang tinggi menjulang, berbentuk seperti bunga kol, dan berwarna hitam.

"Angin puting beliung cenderung disertai hujan dan petir. Biasanya terjadi pada masa transisi hingga awal musim hujan," ujarnya.
***4***(KR-SMT)
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar