Warung Anak Sehat rangkul penjual kantin sekolah

Pewarta : id Warung anak

Ibu Warung Anak Sehat (IWAS) Ismiyarti bersama siswa-siswi SDN Gondolayu Yogyakarta pada saat jam istirahat sekolah di Warung Anak Sehat (WAS) (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Program Warung Anak Sehat (WAS) yang diprakarsai Sarihusada telah merangkul 100 penjual kantin sekolah yang tersebar di kota dan kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang disebut Ibu Warung Anak Sehat (IWAS).

"Secara berkesinambungan kami mengadakan pelatihan kepada para IWAS untuk dapat menyediakan alternatif jajanan sehat berbasis lokal," kata WAS Project Manager Sarihusada Talitha Andini Prameswari saat ditemui di SDN Gondolayu Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, ketersediaan akses jajanan sehat serta edukasi gizi yang WAS berikan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memperbaiki gizi anak sekolah dan mampu menciptakan "Generasi Maju Indonesia".

"Dalam membina sekolah-sekolah dasar di berbagai daerah, program WAS berfokus kepada pemenuhan gizi sesuai dengan pedoman gizi seimbang dan pemberdayaan perempuan melalui usaha mikro," katanya.

Dalam menjalankan fokus tersebut, kata dia, program WAS menggandeng ahli atau instansi terkait, salah satunya CARE International Indonesia. Sekolah-sekolah yang dituju juga merupakan rekomendasi dari pemerintah sehingga program WAS dapat bersinergi dengan program pemerintah dan berjalan tepat sasaran.

Ia mengemukakan, salah satu sekolah di Yogyakarta yang mendapatkan edukasi gizi serta pendampingan terhadap guru, orang tua hingga penjual kantin adalah SDN Gondolayu.

"Sekolah yang pada tahun ini berhasil mendapatkan juara kedua untuk lomba sekolah sehat di tingkat kota, menjadi salah satu sekolah percontohan dari program WAS agar dapat memotivasi sekolah lain dalam menciptakan kebiasaan mengkonsumsi jajanan sehat," katanya.

Kepala SDN Gondolayu Sukirdi mengatakan pihaknya secara konsisten berusaha untuk terus memperbaiki pemahaman guru terkait gizi seimbang untuk dapat disampaikan kepada para murid.

Guru yang berperan sebagai panutan anak di sekolah juga perlu memberi contoh dan memperhatikan pola makan/jajan anak agar tidak sembarangan. Upaya tersebut semakin diperkuat oleh program WAS dari Sarihusada.

Dengan adanya program tersebut, menurut dia, edukasi gizi menyasar tidak hanya kepada guru tetapi juga para orang tua murid dan penjual jajanan di sekolah. Edukasi serta penyediaan material dari program WAS membantu sekolah dalam menciptakan pola makan/jajan sehat secara berkesinambungan.

"Kami mengakui bahwa program WAS bermanfaat untuk perbaikan gizi di antara anak-anak sekolah," katanya.

IWAS SDN Gondolayu Ismiyarti mengatakan program WAS tidak hanya memberikan edukasi gizi tetapi juga pelatihan usaha dan keuangan.

"Saya dipandu untuk dapat melakukan pembukuan dasar dalam memantau laba secara berkala. Hasilnya, usaha WAS yang telah saya jalankan berhasil meningkatkan pendapatan lebih dari 50 persen dari sebelum bergabung dengan program WAS," katanya.

(B015)
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar