Sultan : JAS nilai tambah bagi pariwisata Yogyakarta

id Jogja Air Show,jogja airshow

Sultan : JAS nilai tambah bagi pariwisata Yogyakarta

Jogja Air Show (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Baca juga: Sultan : JAS nilai tambah bagi pariwisata Yogyakarta
Baca juga: Diperkirakan 50.000 wisatawan saksikan Jogja Air Show
Bantul (Antaranews Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, event tahunan Jogja Air Show (JAS) yang digelar di kawasan Pantai Depok, Kabupaten Bantul, menjadi nilai tambah bagi pariwisata Yogyakarta.

"JAS ini sebetulnya bisa jadi nilai tambah bagi pariwisata di Yogyakarta, karena belum tentu setiap provinsi punya pangkalan udara," kata Sultan usai menghadiri puncak Jogja Air Show (JAS) di Depok Airstrip Pantai Depok, Bantul, Minggu.

JAS merupakan event tahunan olahraga dirgantara yang diselenggarakan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) DIY dengan Lanud Adisutjipto yang didukung Dinas Pariwisata DIY dan Pemerintah Kabupaten Bantul di Pantai Parangtritis, Parangkusumo dan Pantai Depok.

Menurut dia, selain DIY mempunyai pangkalan udara yaitu Lanud Adisutjipto juga sebagai kota pendidikan, yang hal itu sangat mendukung adanya event JAS yang dikolaborasikan dengan pengembangan sektor pariwisata Yogyakarta.

"Jadi nilai lebih di Yogyakarta itu di situ, jadi kalau ini bisa dilakukan setiap tahun dengan tanggal yang sudah ditetapkan setahun sebelumnya mungkin pemasaran akan jauh lebih bagus," kata Gubernur DIY.

Untuk itu, lanjut Sri Sultan, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama instansi terkait serta Pemda Bantul harus bisa menangkap peluang dari event olahraga dirgantara tahunan dalam pengembangan sektor pariwisata terutama pantai selatan.

"Kita harus mulai tahun ini, karena pada tahun 2019 Internasional Airport (bandara Internasional) di Kulon Progo sudah selesai," katanya.

Sultan juga mengatakan, pemda akan mengupayakan penambahan sarana dan prasarana pendukung di kawasan Depok Airstrip Bantul yang setiap tahun menjadi lokasi penyelenggaraan JAS, agar nantinya bisa lebih representatif.

"Landasan ini mungkin perlu ditambah menjadi 1.500 meter, sama fasilitas lain seperti tribun penonton, toliet dan sarana lain. Karena dengan panjang landasan 1.500 meter pesawat yang lebih besar bisa landing di sini," katanya.

JAS 2018 merupakan gelaran ke-13 dengan menyuguhkan paralayang dan gantole yang `take off` dari bukit Watu Gupit, kemudian paramotor di kawasan Pantai Parangkusumo, selain itu atraksi pesawat The Jupiters, kemudian juga ada trike dan terjun payung di kawasan Pantai Depok.

(KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar