Menteri PUPR minta seluruh pengerjaan proyek "elevated" dihentikan sementara

id Menteri basuki,Konstruksi,Becakayu

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. (FOTO Antara/Andika Awahyu)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta seluruh pekerjaan berat proyek elevated di seluruh Indonesia dihentikan sementara pascaambruknya tiang girder Tol Becakayu.

"Saya hentikan seluruh pekerjaan berat dan elevated di seluruh Indonesia," kata Menteri Basuki di Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa.

Basuki mengklaim ambruknya tiang penyangga Tol Becakayu pada dasarnya merupakan kecelakaan konstruksi yang tidak terlalu besar. Ia memperkirakan dipicu kepala pir pada tiang pancang tol yang tidak kuat menyangga karena masih dalam proses pengecoran.

Kendati demikian, lanjut Basuki, sebagai upaya mitigasi, maka perlu dilakukan audit keselamatan oleh pada seleuruh pengerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.

"Baru kemudian akan kita lanjutkan apabila seluruhnya sudah kita audit. Ini demi keselamatan kita, demi keberhasilan pekerjaan konstruksi ke depan," kata dia.

Ia mengakui semua pengerjaan proyek elevated atau yang berada di atas tanah membutuhkan pekerjaan berat seperti pemasangan girder dan lainnya baik pada tol di Sumatera, tol di Jawa, tol di Kalimantan, dan Sulawesi. "Jembatan-jembatan panjang saya hentikan dulu sementara," kata dia.

Evaluasi secara menyeluruh, menurut Basuki, penting dilakukan mengingat kecelakaan konstruksi bukan kali pertama terjadi melainkan sebanyak 14 kali selama dua tahun terakhir. "Makanya kita hentikan dulu, ini ada apa?" kata dia. ***1***

(T.L007/










































Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar