Luas ideal tanaman cabai Bantul 300 hektare

id Cabai

Petani Cabai (Foto ANTARA)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan luas ideal tanaman cabai daerah ini sekitar 300 hektare per tahun untuk menjaga stabilitas komoditas pangan tersebut.

"Saya sudah gambarkan idealnya Bantul itu setiap tahun tanam cabai seluas 200 sampai 300 hektare saja, tidak usah banyak-banyak agar harganya stabil," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, dengan luasan tanam cabai yang stabil pada kisaran 200 sampai 300 hektare per tahun maka kalau ada penurunan harga cabai tidak terlalu drastis, begitu juga jika ada kenaikan harga tidak terlalu tinggi.

"Kalau saat ini luas tanam cabai di Bantul fluktuatif seperti pada 2016 hanya 120-an hektare, sementara tahun 2017 sekitar 440 hektare, tahun ini saya belum tahu apakah kembali 120 hektare," katanya.

Ia mengatakan, ada kemungkinan luas tanaman cabai pada tahun 2018 lebih kecil atau kembali pada 120 hektare karena pada musim ini harga cabai di pasaran tinggi. Itu disebabkan karena ketersediaan terbatas.

"Tingginya harga cabai saat ini mungkin akibat posisi luasannya rendah sehingga harganya agak naik sedikit karena luasnya memang tidak banyak, bisa saja kembali 120 hektare, namun saya berharap tidak," katanya.

Pulung mengatakan, fluktuasinya luas tanam cabai di Bantul karena faktor petani yang melihat harga cabai, misalnya ketika harga tinggi tahun selanjutnya luasnya ditambah, namun ketika harga turun luas tanam selanjutnya dikurangi.

"Kalau sebelumnya harga pernah mencapai Rp75 ribu per kilogram, sehingga petani waktu itu tertarik untuk mengembangkan di pekarangan, namun karena kebablasan harganya justru turun, sehingga peminat di tahun berikutnya rendah," katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, dengan luasan tanam cabai yang ideal sekitar 200 sampai 300 hektare dengan produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, maka dari sisi ketersediaan mencukupi dan dari harga tidak bergejolak.

Untuk itu saya susun yang kita namakan tata tanam tepat, jadi kelompok petani kita beri panduan, kalau mengikuti silakan, tidak ya silakan. Ini bukan membatasi namun panduan misalnya desa ini tanam cabainya seluas ini saja," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar