Kulon Progo hanya melakukan pemeliharaan jalan kabupaten

id jalan rusak

jalan jalur evakuasi bencana Gunung Merapi yang rusak parah di Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta,. Jalan yang tadinya beraspal tersebut kini rusak parah berubah menjadi tanah pasir berbatu akibat tidak kuat menahan beban berat dari truk pengangkut pasir (Sigid Kurniawan) (foto Antara)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, hanya melakukan pemeliharaan ruas jalan kabupaten yang akan dilalui kendaraan mudik pada Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Kami hanya mampu melakukan pemeliharaan perbaikan jalan jalur vital," kata Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulon Progo Nurcahyo Budi Wibowo di Kulon Progo, Minggu.

Ia mengatakan biaya pemeliharaan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 tidak sebanding panjang kerusakan jalan kabupaten, lebih dari 100 kilometer (km). Kerusakan jalan kabupaten, tersebar di kecamatan yang ada kegiatan tambang batu hingga pasir, seperti Pengasih, Kokap, Kalibawang, Nanggulan, Sentolo, dan Panjatan.

Perbaikan pemeliharaan jalan utama kabupaten di antaranya ruas jalan Kenteng-Cangaan, Kepel-Kali Manggis-Janti dan ruas jalan Mlangsen - Pripih. Kondisi jalan lebih baik meskipun dalam pekerjaan perbaikan tidak sempurna.

Sedangkan ruas jalan Pasar Sentolo - Jembatan Layang Ngelo, katanya biaya pemeliharaan perbaikan menggunakan sisa biaya lelang pekerjaan pembangunan drainase jalan tersebut. Penambalan jalan tidak sempurna tetapi sudah lebih baik karena biaya pemeliharaan tidak cukup.

"Untuk itu, kami hanya memprioritaskan jalan utama kabupaten yang bakal terjadi peningkatan jumlah kendaraan di masa lebaran nanti, meski hanya bersifat ditambal," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Pembangunan Jembatan, Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Yuniar Wibowo mengatakan alokasi biaya pemeliharaan jalan kabupaten sekitar Rp1,5 miliar.

DPUPKP membuat skala prioritas dalam pemeliharaan jalan. Hal ini dikarenakan anggaran perbaikan jalan ada pemangkasan karena dialokasikan untuk penanganan bencana pada akhir Oktober 2017 lalu.

Kerusakan jalan kabupaten mencapai sepanjang kurang lebih 100 km. Biaya pemeliharaan setiap satu km sekitar Rp50 juta. Dengan biaya Rp1,5 miliar hanya mampu melakukan pemeliharaan perbaikan jalan sekitar 30 km.

"Kami harus membuat skala prioritas jalan yang diperbaiki. Sebenarnya, keterbatasan anggaran tersebut, ada penundaan perbaikan terhadap kerusakan sebagian ruas jalan kabupaten," katanya.

(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar