Bantul siapkan lahan pertanian berkelanjutan 13.000 hektare

id sawah

Ilustrasi kegiatan petani padi di sawah (Foto jogja.antaranews.com)

Oleh Heri Sidik



Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan lahan pertanian berkelanjutan seluas 13.000 hektare guna menjaga ketahanan pangan masyarakat setempat.

"Sudah ada dinas khusus menangani berkaitan dengan pemanfaatan lahan atau tata ruang di Bantul, misalnya untuk pertanian atau peruntukan lainya, dan kewajiban menyediakan data untuk lahan berkelanjutan 13.000 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Minggu.

Menurut dia, lahan pertanian pangan berkelanjutan yang akan disiapkan seluas itu tersebar di hampir seluruh kecamatan Bantul, yang dalam peta wilayah Bantul masuk dalam zonasi hijau atau lahan produktif.

Saat ini lahan pertanian di Bantul seluas sekitar 15.000 hektare, baik lahan irigasi teknis maupun setengah teknis, sehingga sangat memungkinkan mempertahankan 13.000 hektare dengan mengendalikan alih fungsi lahan.

"Jadi, ini lahan yang hijau. Makanya, sekarang ini sedang diproses oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang itu untuk menjadi perda (peraturan daerah), sementara daerah ini masih punya zonasi, punya daftar yang bisa digunakan pertanian dan yang tidak," katanya.

Pulung menjelaskan, lahan pertanian seluas 13.000 hektare tersebut sudah memperhitungkan dengan jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk serta kebutuhan konsumsi di Bantul setiap tahun dengan jumlah penduduk saat ini hampir satu juta jiwa.

"Makanya, dengan pertumbuhan penduduk 0,8 sampai 1 persen itu kemudian produksinya masih sekitar ini, kemudian nilai konsumsi masih sama sebanyak 86 kilogram per kapita per tahun itu daerah ini bisa bertahan dengan lahan 13.000 hektare itu," katanya.

Bahkan, kata dia, dengan luasan lahan hijau tersebut jika pemanfaatan pertanian dioptimalkan diprediksi masih bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat 40 s.d. 50 tahun ke depan dengan asumsi pertumbuhan penduduk dan tingkat konsumsi.

"Kalau lahan itu tetap dipertahankan, masih bisa ada konsumsi pangan sampai 40 s.d. 50 tahun. Cuma kalau di bawah 13.000 hektare itu sudah mengkhawatirkan, makanya darah ini harus bertahan di angka itu agar bisa konsumsi pangan secara mandiri," katanya.

Bahkan, kata dia, dengan 13.000 hektare lahan pertanian berlanjutan tersebut bisa untuk tinggalan anak dan cucu warga Bantul.

"Daerah ini sekarang surplus 20.000 ton beras per tahun setelah produksi dikurangi untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat Bantul," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar