Kulon Progo selenggarakan bazar produk UMKM

id UMKM

Ilustrasi. Hasil produksi UMKM Yogyakarta (Foto Antara)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan PD Aneka Usaha menyelenggarakan bazar produk UMKM dalam rangka memeriahkan "Bengkel Siaga" dan ketersediaan stok produk lokal UMKM.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Sri Harmintarti di Kulon Progo, Jumat, mengatakan bazar UMKM bertempat di depan bengkel Binangun PD. Aneka Usaha Tambak, Wates Kulon Progo pada 14 - 20 Juni 2018.

"Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud untuk menyiapkan dan mengetahui ketersediaan stok produk lokal UMKM di Kulon Progo menghadapi lebaran, memberikan media pemasaran bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka, memberikan alternatif atau pilihan kebutuhan oleh-oleh makanan maupun produk lokal bagi para pemudik," kata Sri Harmintarti.

Ia mengatakan beberapa UMKM dari seluruh Kulon Progo dengan berbagai macam varian produk, yaitu kopo sachet, stik dan pia growol, produk olahan lidah buaya, aneka kue kering, kerajinan gamelan, kecap Bu Sastro, gula ketak, telur asin Ori, dan tenun lurik.

Sri Harmintarti mengatakan selain kegiatan tersebut juga telah dilaksanakan kegiatan pemantauan terhadap ketersediaan produk lokal menjelang lebaran di ToMiRa, warung makan, restoran dan beberapa toko modern.

"Kami dengan dilaksanakan pemantauan ini maka sirkulasi stok produk lokal di beberapa tempat tadi dapat diatasi sehingga kebutuhan masyarakat terhadap produk lokal kulon progo dapat terpenuhi menjelang lebaran ini," harapnya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengimbau pemudik yang datang di daerah ini menerapkan "Bela Beli Kulon Progo" dalam membelanjakan uangnya. Bela Beli Kulon Progo adalah program pemberdayaan produk lokal dalam menggerakan ekonomi masyarakat.

"Kami berharap pemudik atau wisatawan menerapkan `Bela Beli" dengan cara membeli oleh-oleh buatan warga Kulon Progo. Kami berharap mudik Lebaran 2018 memberikan efek berlapis, baik sosial dan ekonomi," harap Hasto.

Menurut dia, pemudik menyebabkan perputaran uang di Kulon Progo mengalami peningkatan. Namun besaran perputaran uang tidak dapat terdeteksi jumlahnya. Namun demikian, ia berharap daya beli pemudik dan masyarakat tinggi, sehingga dapat menekan tingkat inflasi.

"Kami memprediksi inflasi bulan ini rendah, karena adanya libur panjang dan tunjangan hari raya diindikasikan bisa sampai dua kali lipat dibandingkan hari biasanya," kata dia.

Hasto berharap para pemudik bisa berwisata dan mengunjungi objek wisata di Kulon Progo, baik itu di Perbukitan Menoreh maupun kawasan pantai. "Jangan dilewatkan," imbuhnya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar