Menaker: kreatif dan inovatif kunci utama wirausaha

id hanif

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (antaranews.com)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri mengatakan kreatif dan inovatif merupakan kunci utama untuk menjadi wirausaha agar bisnis yang dijalankan dapat terus berjalan.

        "Usia muda tidak berpengalaman itu hal wajar, usia tua berpengalaman itu juga merupakan hal yang wajar, tetapi pemuda yang memiliki kreatifitas tingi akan menjadi sesuatu yang luar biasa," kata Hanif melalui siaran pers yang diterima Antara, di Jakarta, Minggu.

        Dia mengatakan memasuki era digitalisasi ini, banyak perusahaan besar yang gagal bertahan karena mereka tidak mampu melakukan inovasi.

        Oleh sabab itu, dia menyarankan para generasi muda yang ingin berwirausaha untuk terus bekerja keras dan melakukan kreasi serta inovasi.

        Dia pun mengatakan untuk memulai menjadi wirausahawan  tidak boleh hanya dilandasi dengan motivasi keuntungan saja. Lebih dari itu, motivasi bisnis anak muda haruslah wirausaha sosial.

        Dengan motivasi tersebut, anak muda tidak hanya menjadi wirausahawan yang mengejar keuntungan bisnis semata, tetapi juga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan masyarakat.

        "Jadi kita menempatkan diri sebagai agen perubahan. Kalau niat kaya saja salah, tetapi kalau niat membantu orang itu baru benar," tutur Menaker.

        Salah satu dukungan pemerintah dalam mendorong wirausahawan muda dengan meresmikan Innovation Room di Kementerian Ketenagakerjaan RI.

        Pembangunan Innovation Room didasari bahwa perkembangan teknologi dan informasi telah memberi pengaruh besar terhadap perubahan model bisnis dan keterampilan yang dibutuhkan.

        Oleh karenanya, Innovation Room ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk membekali generasi muda tentang literasi digital, khususnya digital skill.

        "Kunci menjalankan wirausaha adalah kreatifitas dan inovasi. Namun, wirausaha kita harus ditopang dengan IT," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar