Menlu RI-AS bahas konflik Israel-Palestina

id menlu retno

Menlu Retno LP Marsudi (Foto antaranews.com)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo membahas tentang konflik antara Israel dengan Palestina dan perkembangan situasi di Palestina.

"Beliau (Menlu Pompeo) menyatakan bahwa situasi Palestina bukan situasi yang mudah. Tetapi, pada saat saya menyebutkan mengenai `two state solution` (solusi dua negara), saya melihat penerimaan beliau," kata Menlu Retno Marsudi di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu AS di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta.

Menurut Menlu Retno, Menlu Pompeo memandang "two state solution" sebagai satu-satunya solusi bagi penyelesaian konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

"Beliau tidak menolak `two state solution`. Beliau menyampaikan masih perlu waktu untuk kemudian bisa membuat satu rencana perdamaian mengenai masalah Palestina," ujar dia.

Dalam pertemuan dengan Menlu Pompeo, Menlu Retno juga menekankan bahwa isu Palestina sangat mendapatkan perhatian, tidak hanya dari pemerintah Indonesia, tetapi juga masyarakat Indonesia.

"Dan memang saya secara spesifik menyebutkan mengenai `two state solution` sebagai satu-satunya solusi yang `valuable` dan `lasting`," ucap Retno.

Sebelumnya pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Amerika Serikat di Singapura, Menlu RI juga menegaskan pentingnya bagi ASEAN dan AS untuk mendukung upaya resolusi konflik isu Palestina.

"Kondisi di Palestina merupakan tanggung jawab kita semua. Upaya penyelesaian isu ini tidak hanya berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, namun juga pada perdamaian dan stabilitas dunia," kata Menlu RI.

Menlu Retno pun menegaskan kembali keyakinan Indonesia terhadap prinsip `two states solution` sebagai solusi yang paling memungkinkan dan Amerika Serikat diharapkan dapat segera menyampaikan proposal rencana perdamaian yang baru.

 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar