BUMN bantu optimalisasi lahan pekarangan

id Bumn

BUMN Hadir untuk Negeri memberikan bantuan kemitraan optimalisasi lahan pekarangan di Dusun Gunung Ampu Prambanan, Klaten, Jateng. (Foto Dok PT TWC)



Sleman (Antaranews Jogja) - Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Hadir Untuk Negeri mengelar Program Pemberdayaan Masyarakat dalam optimalisasi lahan dan pekarangan di RW 03 Dusun Gunung Ampo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

     

"Kegiatan ini merupakan sinergi BUMN yang dilaksanakan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) dan Perum Perhutani," kata Manager Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Bambang Sarwo Eddy di Kantor Pusat PT TWC, Rabu.

     

Menurut dia, lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Hanya saja, pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal.

     

"Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan lahan pekarangan seadanya saja, padahal jika dioptimalkan dapat ditanami beragam jenis tanaman yang bisa memenuhi ketersediaan pangan bagi keluarga," katanya.

   

 Ia mengatakan, untuk melakukan optimalisasi lahan dan pekarangan rumah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, sehingga mampu mewujudkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

   

"Selain itu kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-73 tahun Republik Indonesia," katanya.

     

Bambang mengatakan,  tujuan dari kegiatan ini adalah memasyarakatkan optimalisasi lahan pekarangan, di pedesaan dengan memproduksi kebutuhan pangan oleh keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan dan pekarangan untuk ketahanan pangan dan bentuk nyata sinergi BUMN, dalam BUMN Hadir Untuk Negeri.

     

"Sesuai dengan Permen Kementerian BUMN untuk program PKBL ini, ada untuk pertanian. Salah satu dari implementasinya ini melalui program pemberdayaan masyarakat. Kami optimalisasi lahan dan pekarangan yang tidak produktif, akan kami coba bagaimana masyarakat desa terutama dusun Gunung Ampu dan Sarimulyo ini dapat memanfaatkan lahan dan pekarangan yang tidak produktif tadi," katanya.

     

Ia mengatakan, dalam program ini dihadirkan seorang ahlinya, yang sudah memang berkecimpung di bidang dunia pertanian ini yang sudah memanfaatkan lahan-lahan untuk tumbuhan yang produktif.

     

"Kami berharap nantinya  ibu-ibu PKK dan masyarakat ini dapat tergerak. Masyarakat dapat menanam dengan metode yang benar, sehingga kedepannya tanah atau lahan ini menjadi produktif dan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

     

Bambang mengatakan, pada 2018 pilot projectnya adalah Dusun Gunung Ampo dan Sarimulyo. Nanti kedepannya akan dipantau.

     

"Untuk tahun depan akan kita cari desa-desa mana saja yang lahan dan pekarangannya tidak produktif. Program ini bagus untuk diterapkan kedepannya. Untuk tanamannya, kita coba mana yang cocok untuk daerah tersebut," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar