Lazismu galang dana kemanusiaan untuk Sulteng

id gempa palu

Lazismu galang dana kemanusiaan untuk Sulteng

Pengungsi akibat gempa Palu (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Ketua Badan Pengurus Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Hilman Latief mengatakan pihaknya menggalang dana kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Saat dihubungi dari Jakarta, Senin, Hilman mengatakan penggalangan dana kemanusiaan itu dilakukan dari seluruh struktur Lazismu dari tingkat pusat hingga daerah. Dia juga menginstruksikan kepada seluruh Lazismu di Indonesia untuk menggalang dana kemanusiaan.

"Dengan terjadinya gempa dan tsunami yang menyebabkan bencana kemanusiaan di Palu, Donggala, dan Mamuju, maka seluruh pimpinan Lazismu diinstruksikan untuk melakukan penggalangan dana kemanusiaan," katanya.

Dia mengatakan penggalangan dana Lazismu untuk korban bencana itu sudah diinstruksikan sejak 28 September atau saat gempa dan tsunami melanda Sulteng dan sekitarnya.

Lazismu, kata dia, juga menggerakkan pengumpulan dana kemanusiaan di seluruh amal usaha, jaringan masjid-masjid Muhammadiyah dan masyarakat umum mulai 28 September hingga akhir Oktober.

Hilman mengatakan penyaluran dana itu dilakukan secara terpadu oleh Lazismu Pimpinan Pusat dan wilayah terdekat. Lembaga dalam jaringan Lazismu juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait baik internal di lingkungan Muhammadiyah atau di luar organisasi.

Diberitakan, sejumlah bantuan dari dalam negeri banyak digalang oleh berbagai lembaga kemanusiaan dan individu yang peduli dengan bencana gempa dan tsunami. Masyarakat internasional juga menyatakan siap memberikan donasi untuk bencana di Sulteng itu.

Hingga saat ini, proses pengiriman bantuan terkendala oleh akses transportasi yang banyak rusak sehingga distribusi donasi tidak bisa cepat sampai ke masyarakat.

Sejumlah posko untuk bencana juga banyak didirikan tetapi operasionalnya terkendala komunikasi dan listrik yang belum stabil di kawasan Sulawesi Tengah itu. 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar