Pemerintah tak mau gegabah beri sanksi Lion Air

id budi karya sumadi

Menhub Budi Karya Sumadi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ama/17)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Pemerintah tidak mau gegabah memberi sanksi Maskapai Penerbangan Lion Air terkait jatuhnya pesawat JT 610 pada Senin (29/10) di perairan Tanjung Karawang, ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi .



“Apa yang kita lakukan akan kita lakukan secara sistematis dan bertanggung jawab. Kemenhub punya alat dan untuk melakukan tindakan tertentu. Tapi saya tidak mau gegabah,” kata Menhub dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.



Dia mengatakan ia juga mendapat masukan, termasuk dari warganet untuk segera mengevaluasi Lion Air.



“Saya sangat mengerti dan terima kasih atas masukan ini, kita konsultasi ke banyak pihak, pengamat dan lainnya, sehingga tidak buru-buru,” katanya. 



Ia mengaku akan memfokuskan untuk pencarian korban karena snagat penting bagi keluarga korban.



“Karena kalau rekan-rekan lihat keluarga di RS itu begitu sedih,” katanya.



Ia juga mempercayakan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara profesional dan tidak memihak. 



“Ada dua hal yag paling mungkin adalah faktor manusia kemudian pesawatnya,” katanya. 



Budi mengatakan pihaknya belum bisa mengintervasi Lion Air selain pembebastugasan Direktur Teknik dan personel yang terlibat dalam penerbangan tersebut. 



“Satu hasil intervensi itu akan digabungkan dengan hasil yg diperoleh KNKT. Kami setiap malam rapat. Saya belum bisa mengatakan intervensi apa yang kita lakukan,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar