DPRD Bantul minta anggaran pemeliharaan pasar dinaikkan

id Pasar tradisional

Suasana salah satu pasar tradisional. (Foto Antara)

     Bantul (Antaranews Jogja) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta pemerintah setempat menaikkan anggaran pemeliharaan pasar rakyat setempat dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2019.
      "DPRD Bantul bersama eksekutif pekan ini melakukan pembahasan pendahuluan Rancangan APBD 2019, saya meminta Dinas Perdagangan untuk meningkatkan anggaran pemeliharaan pasar rakyat," kata Anggota DPRD Bantul Setiya di Bantul, Selasa.
     Menurut dia, Bantul memiliki 32 pasar rakyat, sebagian diantaranya mendapatkan anggaran revitalisasi yakni Pasar Pundong dan Pasar Jejeran Pleret sebesar Rp3,4 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. 
     Selain dua pasar tersebut, kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bantul ini, pemda bersama dengan DPRD akan menganggarkan sebesar Rp3,3 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi pasar rakyat. 
      "Saya mengharapkan anggaran Rp3,3 miliar tersebut tidak kena rasionalisasi lagi, karena angka tersebut sebenarnya masih sangat kurang. Untuk itu, kami akan pertahankan atau bahkan kalau bisa dinaikkan," katanya. 
      Setiya mengatakan, beberapa kali lembaga legislatif melakukan kunjungan ke  beberapa pasar rakyat di Bantul dan mencatat ada banyak kebutuhan peningkatan sarana prasarana pasar.
      Misalnya, Pasar Dlingo membutuhkan mushala dan pagar, kemudian Pasar Barongan butuh pagar, perbaikan atap dan juga perbaikan selokan. Sementara di Pasar Imogiri yang sudah ber-SNI membutuhkan penambahan fasilitas los untuk daging dan ikan.
     "Kemudian juga perlu pembuatan selasar yang menghubungkan pasar utara dan selatan termasuk tambahan fasilitas untuk membuat nyaman wisatawan yang berdatangan ke Pasar Imogiri," katanya. 
     Menurut dia, belum lagi pasar-pasar lain yang memerlukan perbaikan dan penambahan fasilitas. Jadi memang diperlukan anggaran tidak sedikit. Untuk itu, usulan anggaran pemeliharaan dan pembangunan pasar harus bisa dipertahankan.
     "Pasar tradisional ini sebagai ikon keberpihakan pemda kepada pelaku ekonomi menengah bawah, dan juga menjadi brand Bantul. Sehingga kebijakan keberpihakan dan anggaran harus terus diberikan," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar