PDIP tanggapi serius gugatan kepada Basarah terkait Soeharto

id hasto

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - PDI Perjuangan menanggapi serius ancaman pimpinan Partai Berkarya yang akan menggugat Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah karena menyebut Presiden RI kedua Soeharto sebagai guru korupsi.

"PDIP menanggapi hal ini secara serius, karena menjadi pertaruhan wibawa bangsa. Apakah mampu memastikan seluruh semangat Reformasi 1998 dapat membentuk pemerintahan yang bersih dari KKN," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di sela kegiatan Rakor Pemilu 2019 di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Sabtu.

Menurut Hasto, kepemimpinan di PDIP berbeda dengan partai yang dipimpin Prabowo Subianto.

"Di PDIP tidak ada caleg yang terindikasi korupsi. PDIP komit dengan semangat reformasi, salah satunya pemberantasan korupsi," katanya.

Dengan adanya rencana gugatan dari Partai Berkarya, menurut Hasto, PDIP akan mendorong menjadi momentum agar para pemimpin di era Orde Baru membuka asal sumber harta kekayannya.

Hasto menegaskan, PDIP dan para penggiat antikorupsi memiliki banyak data korupsi, termasuk dokumen-dokumen ketika TAP MPR Nomor VIII/MPR/2001 Tahun 2001 Tentang Rekomendasi dan Arah Kebijakan Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

"Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, saat itu sudah bersikap bijaksana, yakni membangun rekonsiliasi ketika Soeharto banyak dihujat masyarakat," katanya.

Namun keluarga Soeharto sendiri, kata dia, saat ini berupaya mengungkit-ungkit permasalahan di masa lalu, termasuk ancaman gugatan kepada Ahmad Basarah.

Hasto menegaskan, pernyataan Ahmad Basarah soal Soeharto sebagai guru kroupsi itu hanya menanggapi pidato Prabowo Subianto di Singapura, yang antara lain menyebut korupsi di Indonesia saat ini sudah kronis, ibarat penyakit kanker stadium empat.

Hasto juga mengingatkan Amien Rais sebagai salah satu tokoh reformasi 1998.

Menurut dia, jika Amien Rais merasa sebagai bagian dari reformasi yang menjatuhkan pemerintahan Orde Baru karena sarat praktik KKN, seharusnya tidak hanya diam, ketika Ahmad Basarah akan digugat karena menyebut Soeharto sebagai guru korupsi.

"Kalau Pak Amien Rais mau menggunakan hati nurani dan pikirannya, tentu saja akan berpihak pada Pak Ahmad Basarah, kecuali sudah berubah," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar