Polda DIY kerahkan 1.701 personel untuk amankan Natal-Tahun Baru

id Kapolda,Dhofiri

Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Progo 2018 di Markas Polda DIY, Jumat. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengerahkan sebanyak 1.701 personel polisi untuk mengamankan perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
     
"Anggota yang akan diterjunkan di lapangan cukup banyak sehingga bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dhofiri seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Progo 2018 di Markas Polda DIY, Jumat.
     
Sebanyak 1.701 personel itu terdiri atas Polda DIY 301 personel, Polresta Yogyakarta 325 personel, Polres Bantul 260 personel, Polres Kulon Progo 245 personel, Personel Gunung Kidul 245 personel, dan Polres Sleman 325 personel.
       
Dhofiri mengatakan jumlah personal polisi tersebut masih ditambah dengan kekuatan dari tim gabungan seperti TNI, PMI, Satpok PP, Basarnas, organisasi masyarakat, serta instansi lainnya yang jika ditotal keseluruhan mencapai 3.600 personel untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru.
       
Menurut dia, selama puncak keramaian tersebut, aparat kepolisian akan difokuskan untuk mengantisipasi berbagai jenis kejahatan seperti terorisme, maupun kejahatan konvesional seperti copet, begal, jambret, dan lainnya.
         
"Semua saya kira menjadi fokus perhatian kami. Selain mengamankan masyarakat, jangan sampai terjadi penyerangan terhadap anggota (kepolisian)," kata dia.
         
Selain itu, menurut Dhofiri, menjelang Natal aparat kepolisian juga akan memberikan pengamanan khusus untuk 356 gereja yang tersebar di DIY. "Terutama di gereja-gereja besar seperti Gereja Ganjuran, serta Gereja Kota Baru, Yogyakarta," kata Dhofiri.
         
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap untuk merayakan Tahun Baru, masyarakat tidak perlu berkonvoi dengan sepeda motor yang bisa menambah kemacetan lalu-lintas serta menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
       
"Bagaimana menjaga rasa nyamannya masyarakat harapannya tidak usah muter-muter memakai sepeda motor daripada menimbulkan kemacetan tambahan," kata Sultan.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar