Pemerintah India ingin selamatkan Jet Airways

id Jet airways, India

Pemerintah India ingin selamatkan Jet Airways

Pesawat Jet Airways (Reuters.com)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah India meminta bantuan bank-bank milik pemerintah  untuk menyelamatkan maskapai penerbangan swasta, Jet Airways tanpa membuatnya bangkrut karena Perdana Menteri Narendra Modi berusaha untuk mencegah ribuan pekerjaan hilang beberapa minggu menjelang  pemilihan umum, kata dua orang pegawai pemerintah kepada Reuters.

Pada tahun lalu  Kementerian  Keuangan meminta data baru  tentang kesehatan keuangan Jet  dari bank-bank tersebut, yang dipimpin oleh Bank Nasional India (SBI), kata orang tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir ini, bank-bank tersebut telah memberikan data baru  tentang rencana  penyelamatan dan juga meminta saran pemerintah.

"Sejumlah pejabat tinggi di Kementerian Keuangan meminta data-data baru secara rutin terkait dengan masalah tersebut," kata salah satu pejabat di salah satu pemberi pinjaman kepada Jet, yang tidak ingin identitasnya diketahui dikarenakan diskusi tersebut bersifat tertutup.

Rincian dari diskusi antara Kementerian Keuangan dengan para bankir tentang pemberian dana talangan bagi Jet belum pernah dilaporkan.

New Delhi mendesak bank-bank milik pemerintah untuk mengubah utang menjadi saham dan mengambil saham di Jet dalam langkah yang jarang terjadi di India yaitu menggunakan uang pembayar pajak untuk menyelamatkan perusahaan swasta yang sedang kesulitan dari kebangkrutan. Namun, dua nara sumber tersebut mengatakan, langkah itu hanya bersifat transisi, dan para pemberi pinjaman dapat menjual saham tersebut begitu Jet pulih.

Pemerintah juga mendorong Dana Infrastruktur dan Investasi Nasional (NIIF) yang dibentuk untuk berinvestasi dalam proyek infrastruktur baru - untuk membeli saham Jet, kata sumber pemerintah secara terpisah.sebanyak 49 persen saham dari Dana tersebut dimiliki pemerintah.

Terbebani oleh utang ebih dari 1 miliar dolar AS, Jet kesulitan untuk bertahan. Perusahaan tersebut telah menunda pembayaran kepada bank, pemasok, karyawan, dan penyedia pesawat pinjaman - yang sebagian telah memutuskan kontrak pinjaman.

Sangat penting bagi India untuk menyelamatkan Jet karena kebangkrutan maskapai terbesar Kedua itu dapat memiliki "konsekuensi yang dapat menimbulkan bencana bagi iklim investasi" di sektor tersebut, kata seorang pejabat tinggi pemerintah kepada Reuters.

Para pejabat pemerintah khawatir, kebangkrutan Jet dapat menaikkan harga tiket pesawat di pasar yang berkembang sangat pesat, memusnahkan seluruh upaya untuk membawa perjalanan udara dengan harga rendah ke pedalaman India.

Jika rencana pemerintah terhadap Jet berhasil, bank-bank pemerintah termasuk SBI dan Bank Nasional Punjab (PNB) serta NIIF akan secara bersama-sama memiliki setidaknya sepertiga dari maskapai hingga mereka menemukan pembeli baru.

Saat ini, maskapai milik Abu Dhabi, Etihad Airways merupakan pemegang saham terbesar Jet dengan angka sebesar 24 persen.

Kementerian Keuangan India, SBI, PNB, dan Jet Airways belum memberikan tanggapan hingga saat ini.
(Panji Sulaksono/Nusarina)
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar