Pengguna jalan keluhkan banyaknya lubang drainase di Ringroad Utara

id Grill drainase,Ringroad Utara ,Sleman

Pengendara sepeda motor harus menghindar dari "grill drainase" yang cukup banyak di Ringroad Utara Dusun Pogung, Mlati, Sleman. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Sejumlah pengguna jalan yang rutin melewati ruas jalan Ringroad Utara dalam beraktivitas sehari-hari mengeluhkan banyaknya "grill" atau lubang drainase di kawasan Dusun Pagung Lor, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, karena dinilai membahayakan pengendara kendaraan bermotor.

"Di sekitar Dusun Pogung terdapat banyak lubang drainase. Hampir sepanjang satu kilometer lebih dan berada di kedua sisi jalur lambat untuk sepeda motor," kata warga sekitar Andreas Sigit di Sleman, Minggu.

Menurut dia, baik dari arah barat ke timur maupun dari timur ke barat terdapat "grill" drainase yang jaraknya cukup dekat dari satu lubang ke lubang yang lainnya.

"Selain itu, kedalaman lubang juga bervariasi. Ada yang rata dengan aspal jalan ada juga yang kedalamannya sekitar 3 hingga 7 sentimeter, sehingga pengendara motor menghindari 'grill'," katanya.

Ia mengatakan, jarak antara "grill" satu dengan lainnya itu sangat dekat. Selain itu posisi lubang juga di tengah jalan.

"Padahal ruas jalan Ringroad Utara setiap saat pasti ramai dan padat, karena banyak grill di tengah jalan,  para pengguna jalan banyak yang berusaha menghindar ke kiri atau kanan, bagi yang belum terbiasa lewat bisa terjatuh atau terjadi kecelakaan," katanya.

Pengguna jalan lain yang juga warga sekitar  Handoko Wahyu (35) mengatakan selain banyak "grill" di kawasan tersebut kondisi jalan juga bergelombang dan minim penerangan jalan.

"Ringroad Utara ini kan merupakan jalan nasional, namun kalau malam memang agak gelap, hanya penerangan dari kendaraan saja, dengan posisi lubang drainase di tengah dan tikungan bisa saja pengendara motor terperosok," katanya.

Ia mengatakan, "grill" tersebut dibuat searah dengan jalan dan bukan melintang jalan. Ukurannya juga dirasa terlalu lebar sehingga berisiko membuat selip ban yang berukuran kecil.

"Mungkin maksud lubang yang besar ini agar dapat menyerap air lebih banyak dan membuang lebih cepat. Namun ada faktor risiko dengan adanya lubang tersebut," katanya.

Baca juga: Sleman mengebut perbaikan kerusakan jalan jelang arus mudik
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar