400 hektare tanaman padi di Gunung Kidul gagal panen

id Gagal panen,Gunung Kidul,sawah kekeringan

400 hektare tanaman padi di Gunung Kidul gagal panen

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Seluas 400 hektare tanaman padi yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, gagal panen karena kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan rincian lahan padi yang gagal panen, yakni Kecamatan Semin hektare, Patuk 94 hektare, Karangmojo 10 hektare, Ngawen 35 hektare, Girisubo 6 hektare, Wonosari 2 hektare, Playen 13 hektare, Ponjong 32 hektare, Nglipar 8 hektare, dan Gedangsari 25 hektare. 

"Musim kemarau tahun datang lebih awal daripada prediksi sebelumnya. Perkiraan sebelumnya April masih ada hujan, tapi pertengahan April sampai sekarang tidak ada hujan, sehingga tanaman padi banyak yang mati," kata Bambang,

Ia mengatakan pihaknya belum menghitung kerugian yang dialami petani akibat kekeringan ini. Namun, pihaknya akan mengupayakan bantuan bibit padi ke Kementerian Pertanian.

Bambang mengatakan lahan 400 hektare gagal panen ini tidak ada yang mengikuti Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) yang digencarkan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Kami sudah mengusulkan, mungkin ada cadangan bantuan bibit," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edi Basuki mengatakan sampai saat ini sudah ada lima kecamatan yang melaporkan meminta bantuan droping air bersih, yakni Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Paliyan, dan Panggang.

"Kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp528 juta untuk distribusi air bersih kepada warga yang kekurangan air bersih," katanya.

Baca juga: DP3 Sleman imbau petani tidak paksakan menanam padi saat kemarau
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar