Kuota tambahan jamaah calhaj Bantul diberangkatkan 4 Agustus 2019

id Jamaah haji Bantul

Jamaah calon haji asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta saat pamitan haji kepada Bupati Bantul beberapa waktu lalu (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Kuota tambahan jamaah calon haji asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang berjumlah 91 orang akan diberangkatkan pada 4 Agustus 2019 dari Pendopo Parasamya Pemerintah kabupaten setempat.

"Pemberangkatan jamaah calon haji Bantul terbagi dalam lima kloter, satu kloter yaitu Kloter 97 SOC yang berisi kuota tambahan 91 orang berangkat pada 4 Agustus," kata Humas Kementerian Agama (Kemenag) Bantul Ponijo di Bantul, Rabu.

Ia mengatakan, sedangkan empat kloter awal sudah diberangkatkan ke Arab Saudi secara berturut-turut mulai 12 Juli untuk kloter 22 SOC berisi 54 jamaah dan Kloter 23 SOC berisi 353 jamaah dan dua petugas berangkat pada 13 Juli.

Kemudian Kloter 24 SOC yang berisi 352 jamaah dan tiga petugas haji berangkat pada 13 Juli, dan Kloter 25 SOC yang berisi 229 jamaah dan dua petugas daerah berangkat pada 13 Juli beberapa jam setelah Kloter sebelumnya.

Menurut dia, ada satu kloter terakhir yaitu Sapu Jagad yang berisi tiga orang jamaah calon haji, namun untuk pemberangkatannya masih menunggu informasi lebih lanjut dari otoritas terkait.

"Total ada sebanyak 1.082 jamaah dan tujuh petugas daerah yang berangkat haji tahun 2019/1440 Hijriah," katanya.

Dia juga mengatakan, bagi jamaah calon haji yang belum berangkat diharapkan bisa mengumpulkan koper dua hari menjelang pemberangkatan, sehingga untuk jamaah dalam Kloter 97 SOC pengumpulan koper dilayani pada 2 Agustus di Masjid Agung Manunggal.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Bantul Sukamto mengatakan, jumlahnya jamaah calon haji Bantul yang diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan rukun islam ke lima pada tahun ini ada kenaikan sebanyak 174 jamaah dibanding 2018 yang terdapat sebanyak 908 orang.

Menurut dia, jamaah calon haji tertua perempuan atas nama Supiah Muh Anwar yang berusia 96 tahun dari Desa Tamantirto Kecamatan Kasihan, sedangkan jamaah termuda adalah Meika Dira Mu'tashim yang berusia 22 tahun berasal dari Desa Wonokromo Kecamatan Pleret.
 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar