Big Bad Wolf Yogyakarta menargetkan 200.000 pengunjung

id Big bad wolf, buku,minat baca

Big Bad Wolf Yogyakarta menargetkan 200.000 pengunjung

Pembukaan Big Bad Wolf perdana di Yogyakarta yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Pameran buku Big Bad Wolf yang hadir perdana di Yogyakarta ditargetkan dikunjungi sekitar 200.000 pengunjung selama sekitar 10 hari penyelenggaraan dan akan dibuka untuk umum pada 2-12 Agustus di Jogja Expo Center.

“Kami tidak menargetkan pendapatan dari pameran buku ini, tetapi keberhasilan pameran dilihat dari jumlah pengunjung yang hadir. Harapannya, di Yogyakarta ini bisa dihadiri sekitar 200.000 pengunjung,” kata Direktur Utama PT Jaya Ritel Uli Silalahi saat pembukaan Big Bad Wolf di Yogyakarta, Kamis.

Jika jumlah kunjungan di pameran buku terbesar se-Asia Tenggara di Yogyakarta tidak sesuai target, maka PT Jaya Ritel selaku penggagas pameran akan memindahkan pameran itu ke Semarang, Jawa Tengah.

Uli menyebut, Yogyakarta semula tidak masuk dalam kota pilihan untuk menyelenggarakan pameran buku tersebut karena berbagai faktor di antaranya, daya beli masyarakat mengingat biaya hidup di Yogyakarta masih sangat murah.

“Kami sempat berpikir apakah pameran ini akan diminati atau tidak karena biaya hidup di Yogyakarta yang murah sehingga minat untuk membeli buku dengan harga tertentu bisa saja kurang. Tetapi, akhirnya kami memutuskan untuk menyelenggarakan pameran di sini,” katanya.

Dalam pameran tersebut, penyelenggara membawa setidaknya 1,5 juta buku dari berbagai jenis, mulai dari buku fiksi, nonfiksi, dan buku anak-anak. Sebagian besar, sekitar 80 persen buku yang ditampilkan adalah buku impor dan sisanya buku berbahasa Indonesia.

“Ada juga buku ajaib karena bisa dinikmati menggunakan teknologi ‘augmented reality’. Harapannya, anak-anak semakin tertarik membaca buku,” katanya.

Yogyakarta adalah kota penyelenggaraan ke lima setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung namun kota ketiga untuk penyelenggaraan pada tahun ini yang akan disusul di empat kota lain.

Sejak digelar empat tahun lalu, Uli menyebut, jumlah kunjungan ke pameran tersebut terus meningkat. Pada penyelenggaraan pertama di Jakarta, penyelenggara menargetkan 100.000 pengunjung namun dikunjungi hingga 350.000 orang.

Pada tahun kedua dikunjungi 500.000 pengunjung dan meningkat menjadi 750.000 hingga 800.000 pengunjung pada tahun ketiga dan pada tahun keempat mencapai satu juta pengunjung. “Pada penyelenggaraan di Bandung, dikunjungi sekitar 350.000 pengunjung,” katanya.

Sementara itu, Penasihat Big Bad Wolf Books Indonesia Rachmat Gobel menyebut, tujuan dari pameran tersebut untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.

“Meningkatkan minat baca masyarakat sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia, apalagi jumlah SDM di Indonesia sangat besar,” katanya.

Ia menyebut, sempat merasa ragu saat akan memboyong pameran buku tersebut ke Indonesia karena minat baca masyarakat yang rendah. Namun, ajang pameran yang sudah digelar sejak empat tahun lalu dinilai cukup berhasil sehingga lokasi penyelenggaraan pun diperbanyak.

Kepala Operasi Cabang BCA Yogyakarta Agustin mengatakan komitmen untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia terus BCA gerakkan melalui beragam program dan kegiatan. Kali ini, BCA berkesempatan untuk mendukung salah satu bazar buku terbesar di dunia, Big Bad Wolf.

Di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, menurut dia, generasi muda harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang luas salah satunya melalui bacaan buku yang berkualitas. Big Bad Wolf Yogyakarta akan menghadirkan buku bacaan terbaik yang sayang untuk dilewatkan.

Selama 24 jam nonstop, kata dia, masyarakat Yogyakarta dapat mencari buku bacaan favorit dengan harga yang murah dan diikuti oleh promo istimewa seperti voucher cashback hingga Rp500.000 dengan Kartu Kredit BCA dan Debit BCA dengan Chip.

Selain itu diskon 50 persen pembelian voucher Big Bad Wolf dengan Reward BCA, program Beli 7 Gratis 1 Buku Ajaib Augmented Reality dengan Kartu Kredit BCA/Debit BCA/Flazz/Sakuku, serta cicilan BCA 0 persen hingga 6 bulan.

"Harapannya, masyarakat khususnya generasi muda Yogyakarta dapat memperluas cakrawala pengetahuannya melalui gelaran Big Bad Wolf ini," kata Agustin.

Sementara itu, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY Monika Nur Lastiyani menyambut baik penyelenggaraan Big Bad Wolf di Yogyakarta dan diharapkan bisa terus meningkatkan minat baca masyarakat.

“Saat ini, indeks baca DIY tertinggi di Indonesia meskipun angkanya masih rendah yaitu 0,46 atau setiap 1.000 orang ada 46 orang yang gemar membaca buku. Harapannya, minat baca masyarakat semakin meningkat karena akses terhadap buku semakin mudah,” katanya.

Ia pun menyebut, sudah banyak masyarakat yang menunggu hadirnya pameran buku tersebut di DIY. “Saya lihat di media sosial dalam beberapa hari terakhir diramaikan dengan rencana penyelenggaraan acara ini,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar