Mendag : antisipasi resesi global dengan perkuat pasar lokal

id Resesi Global,Mendag

Mendag : antisipasi resesi global dengan perkuat pasar lokal

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai menghadiri penandatanganan kerja sama antara Sarinah dan empat e-Commerce untuk pemasaran secara online di Jakarta, Minggu (6/10/2019). (ANTARA/Sella Panduarsa Gareta)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa salah satu cara dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya resesi global yakni memperkuat pasar lokal.

"Cintailah dan pakailah produk dalam negeri. Jadi, domestiknya dulu kita kuatkan," kata Mendag ditemui usai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Sarinah dan empat e-Commerce untuk pemasaran secara online di Jakarta, Minggu.

Menurut Enggar, penting dalam menjaga daya beli masyarakat dalam mengantisipasi resesi global, mengingat pasar ekspor diperkirakan akan mengalami gangguan.



Di saat bersamaan, lanjut Enggar, yang tidak kalah penting adalah menjaga angka inflasi agar tetap terkendali.

"Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi namun inflasinya juga tinggi, maka tidak ada artinya. Inflasi kita tekan dan daya beli masyarakat juga kita dorong," tukas Enggar.

Untuk itu, Enggar menuturkan bahwa pemerintah telah menggelar rapat koordinasi persiapan dalam ketersediaan bahan pokok untuk menghadapi akhir tahun, sehingga harga bahan pokok tidak mengalami lonjakan.



"Sebab kalau harga pangan tinggi dan berkontribusi terhadap inflasi, maka daya beli masyarakat akan turun, sehingga konsumsi juga akan turun. Dan perrtumbuhan ekonomi akan terganggu," ujar Enggar.

Selain itu, politisi Partai Nasional Demokrat ini juga menyampaikan pentingnya mencari pasar tujuan ekspor baru, sehingga kinerja ekspor tetap dapat terjaga.

"Di Afrika krisis, Italia krisis, Turki juga demikian, tapi mereka tetap membutuhkan barang. Sehingga kita tetap harus datangi. Saya katakan kepada teman-teman, setiap sen setiap dolar kemanapun kita kejar. Karena kita butuh devisa," pungkas Enggar.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar