Dinkes Bantul lacak warga kontak fisik dengan pasien positif COVID-19

id Covid Bantul,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Dinkes Bantul lacak warga kontak fisik dengan pasien positif COVID-19

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melacak warga yang mempunyai riwayat kontak fisik dengan dua pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 pada 25 Maret 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa di Bantul, Rabu, mengatakan pada Rabu ini dilaporkan tambahan dua pasien terkonfirmasi positif COVID-19, satu pasien dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati dan satu lainnya di Rumah Sakit Panti Rapih.

"Untuk (pasien) yang dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati sudah ditindaklanjuti oleh puskesmas setempat. Sedangkan (pasien) yang di Rumah Sakit Panti Rapih baru kita sampaikan ke puskesmas, kemungkinan besok dilakukan penelusuran (tracing)," katanya.

Dia mengatakan, dua pasien positif tersebut adalah laki-laki tujuh tahun asal Bambanglipuro yang kontak dengan ayahnya yang baru pulang dari Bogor, Jawa Barat. Sedangkan yang di Rumah Sakit Panti Rapih, laki-laki usia 71 tahun asal Kasihan Bantul yang punya riwayat dari Singapura.



Dia mengatakan, pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 itu sejak awal masuk sebagai kategori pasien dalam pengawasan (PDP), termasuk satu pasien positif di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta juga masuk PDP, namun sebelumnya belum terdata di Bantul karena ada kendala baik kelengkapan data dan ketepatan waktu pelaporan.

Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul ini mengatakan untuk kedua orang tua anak tujuh tahun pasien positif itu juga dilakukan isolasi di rumah sakit tempat anak tersebut dirawat dan akan diusulkan tes terkait COVID-19.

"Sampai saat ini karena keterbatasan reagen yang ada di laboratorium BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Yogyakarta, maka prioritas pemeriksaan untuk tes adalah untuk pasien PDP," katanya.

Sedangkan untuk pasien kontak erat dengan pasien positif belum bisa diterima. "Tetapi, saat ini kami sedang berusaha untuk meminta khusus bagi bapak dan ibu pasien anak tersebut. Seperti yang dilakukan RSUP Sardjito saat ada balita yang positif kemarin," katanya.*
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar