Ketua DPRD Kulon Progo minta petani merawat tanaman cabai

id Harga cabai anjlok,Petani cabai Kulon Progo,Ketua DPRD Kulon Progo

Ketua DPRD Kulon Progo minta petani merawat tanaman cabai

Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati menijau panen cabai di lahan pantai, tepatnya Kelompok Tani Gisik Pranaji di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan. Akhid minta petani tetap merawat tanamam cabai, meski harganya anjlok. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Akhid Nuryati mengharapkan petani cabai lahan pantai di wilayah ini tetap mempertahankan tanaman cabai, meski harga anjlok hingga Rp5.000 per kilogram.

Akhid Nuryati di Kulon Progo, Kamis, mengatakan harga cabai di tingkat petani sangat rendah, sempat pada titik terendah Rp3.500 per kilogram, dan pada Rabu (3/6) sebesar Rp5.000 per kilogram, padahal biaya impas produksi Rp11.000.

"Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta membuat produksi cabai dari Kulon Progo hanya terserap sedikit. Kita ketahui bersama, cabai dari Kulon Progo mayoritas dipasok atau pangsa pasarnya adalah Jakarta. Sehingga, ketika ada PSBB di Jakarta, semua produksi pertanian dari Kulon Progo, seperti cabai langsung terkena imbasnya dan harga langsung anjlok," kata Akhid disela-sela meninjau panen cabai di Kelompok Tani Gisik Pranaji Desa Bugel.

Akhid mengatakan saat ini, tingkat konsumsi cabai di sektor kuliner dan rumah tangga juga menurun dengan adanya pandemi COVID-19. Seperti rumah makan, pasar di DIY, dan Jakarta, Sumatera, permintaannya turun.

"Percayalah kondisi seperti ini akan berakhir, dan harga cabai akan kembali normal," katanya.

Ia juga mengapresiasi Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo yang akan membantu memasarkan cabai petani cabai Kulon Progo, dengan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulon Progo membeli cabai.

"Ini sebagai implementasi Bela-Beli Kulon Progo. Ini juga sebagai bentuk empati kepada petani yang menghadapi kondisi yang memprihatinkan karena harga cabai sangat rendah, sehingga hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji Desa Bugel Sukarman mengatakan harga cabai di tingkat petani sebesar Rp5.000 per kilogram. Beberapa hari lalu, harga cabai di tingkat petani sampai titik terendah Rp3.500 per kilogram.

Saat ini, produksi cabai petani cabai dari Karangwuni sampai Garongan mencapai 40 ton perhari. Di sisi lain, pangsa pasar cabai dari petani lahan pesisir Kulon Progo ke Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera sedang menerapkan PSBB. Kemudian, serapan pasar di DIY sangat rendah.

"Hal ini menyebabkan harga cabai di tingkat petani anjlok. Saat ini, sebagian besar petani tidak merawat tanaman cabai, karena panennya tidak menutup biaya produksi," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar