KPU Gunung Kidul menyusun materi debat Pilkada 2020

id materi debat pilkada,Gunung Kidul,KPU Gunung Kidul,Pilkada Serentak 2020

KPU Gunung Kidul menyusun materi debat Pilkada 2020

Pilkada Seretak 2020 di Kabupaten Gunung Kidul diikuti empat peserta. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusun materi debat bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati peserta Pemilihan Kepala Daerah 2020 yang akan dilaksanakan sebanyak tiga kali di salah satu stasiun televisi nasional di Sleman.

Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan jadwal debat pasangan calon akan dilakukan sebanyak tiga kali, yakni 27 Oktober, 3 November dan 10 Novermber 2020 setiap hari Selasa, 19.30 WIB di studio Televisi Republik Indonesia (TVRI) Yogyakarta, Sleman.

"Saat ini, kami melakukan berbagai persiapan dalam tahapan debat publik ini, diantaranya materi debat," kata Ahmadi.

Ia mengatakan pihaknya sudah membentuk tim penyusun materi debat yang anggotanya berasal dari kalangan profesional dan akademisi. Mereka nantinya akan menjadi moderator debat.

"Sebelumnya kami juga sudah koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka menggali isu-isu strategis untuk materi debat," katanya.

Ahmadi mengatakan pelaksanaan debat paslon akan tetap mengikuti standar protokol kesehatan. Sesuai PKPU 13 Tahun 2020, selain paslon debat hanya boleh dihadiri oleh empat orang tim tiap paslon, dua anggota bawaslu, dan lima orang anggota KPU.

"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam debat ini," katanya.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Gunung Kidul Andang Nugroho menyampaikan debat pertama di 27 Oktober hanya diikuti oleh calon Bupati. Debat calon wakil bupati akan dilaksanakan pada 3 November mendatang. Pada 10 November nanti baru seluruh paslon akan dihadirkan sebagai peserta debat.

Debat akan berlangsung dengan durasi 2,5 jam. Debat akan dibuka dengan pemaparan visi-misi tiap peserta selama 1,5 menit. Namun tidak disampaikan secara penuh karena menyesuaikan dengan tema debat yang sudah ditentukan.

"Selanjutnya akan dilakukan sesi tanya jawab antar paslon, yang mana pertanyaan diambil dengan cara pengundian," kata Andang.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar