Satgas COVID-19 sebut hampir setengah zona merah di RI dari Jawa dan Bali

id Satgas COVID-19,PPKM,Wiku Adisasmito

Satgas COVID-19 sebut hampir setengah zona merah di RI dari Jawa dan Bali

Tangkapan layar - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta, Selasa (19/1/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube BNPB/pri. (ANTARA/Tangkapan layar Youtube BNPB)

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat terdapat 52 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali yang memiliki risiko tinggi penularan COVID-19 (zona merah), atau hampir mencapai setengah dari total daerah berisiko tinggi virus corona di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis mengatakan saat ini terdapat 108 kabupaten dan kota yang berstatus zona merah di Indonesia.

“Hampir setengah zona merah di Indonesia berasal dari kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Sebagai informasi, zona merah di Indonesia saat ini jumlahnya 108 kabupaten kota,” ujarnya.

Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia, kata Wiku, selama empat pekan terakhir tidak sesuai dengan harapan karena zona merah kembali meningkat, terutama di Jawa dan Bali.

"Tren perkembangan zonasi risiko Jawa dan Bali ini sempat mengalami penurunan zona merah pada Tanggal 3 Januari 2021, yaitu dari 41 kabupaten/kota menjadi 32 kabupate/nkota. Namun kemudian angkanya meningkat pada minggu setelahnya, yaitu dari 39 kabupaten kota, dan bahkan meningkat drastis pada minggu ini, yaitu menjadi 52 kabupaten/kota," ucap Wiku.

Maka dari itu, Wiku mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjalankan seluruh aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Jawa dan Bali. Menurut Wiku, PPKM akan berdampak nyata setelah tiga pekan berjalan.

"Hal ini menandakan kebijakan intervensi pembatasan kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali yang sudah berlangsung selama satu minggu masih harus dioptimalkan. Kita masih memiliki harapan besar pada intervensi pemberlakuan pembatasan kegiatan ini, ini baru satu minggu pelaksanaan, dampak dari intervensi baru akan terlihat pada minggu ke-3 intervensi dilakukan," tuturnya.

Ia menjelaskan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 meningkat sebanyak 11.703 pada Kamis (21/1) ini sehingga total kasus menjadi 951.651 pasien, sedangkan total kasus sembuh dari COVID-19 sebanyak 772.790, dan kasus pasien meninggal karena COVID-19 sebanyak 27.203 orang.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar