Wakil Wali Kota Yogyakarta menjalani isolasi mandiri

id wakil wali kota yogyakarta,covid yogyakarta,isolasi mandiri

Wakil Wali Kota Yogyakarta menjalani isolasi mandiri

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjalani isolasi mandiri karena terserang COVID-19. (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi terserang COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah karena termasuk kategori pasien dengan gejala ringan menurut hasil pemeriksaan.

"Kondisi kesehatan semakin membaik. Batuk dan dahak mulai berkurang. Saya harapkan kondisi badan akan semakin bugar," kata Heroe dalam rekaman video yang disampaikan oleh Humas Pemerintah Kota Yogyakarta di Yogyakarta pada Rabu.

Heroe, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, dinyatakan positif terserang COVID-19 pada Senin (19/7).

Pada Selasa (20/7) dia menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Jogja, termasuk pemeriksaan darah dan paru-paru.

"Kondisi paru-paru bersih, dan tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan dari hasil pemeriksaan darah. Dari hasil pemeriksaan ini, maka saya dinyatakan bergejala ringan," kata Heroe.

Sesuai ketentuan pemerintah, pasien COVID-19 dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari petugas kesehatan.

"Dengan menjalani isolasi mandiri di rumah, tentu akan merasa lebih nyaman. Proses isolasi tetap harus dijalankan dengan baik untuk menghabiskan masa inkubasi virus dan nantinya tubuh benar-benar bersih dari virus," kata Heroe.

Sampai saat ini, Heroe pun tidak mengetahui dari mana dia tertular virus corona. "Sangat sulit diketahui dari mana asal paparan karena virus sangat mudah tersebar," katanya.

Namun Heroe mengemukakan kemungkinan dia tertular virus corona di lingkungan rumah karena beberapa orang yang tinggal dan bekerja di kediamannya dinyatakan positif COVID-19.

“Lingkungan di keluarga memang menjadi titik potensial terjadinya paparan. Makanya, ada pembelajaran berharga atas kondisi ini, yaitu bagaimana meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan di lingkungan keluarga,” katanya.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19, khususnya membatasi interaksi dengan orang lain.

“Virus ini akan mati dalam waktu 14 hari apabila tidak berpindah ke orang lain. Kalau seluruh masyarakat bisa serentak membatasi aktivitas dan interaksi selama 14 hari, maka harapannya penularan bisa dikendalikan dan virus lenyap,” katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar