Bank Bukopin Syariah-Bank Muamalat bekerja sama dengan Muhammadiyah

id Muhammadiyah,Bank muamalat,Bank bukopin

Bank Bukopin Syariah-Bank Muamalat bekerja sama dengan Muhammadiyah

Tangkapan layar acara penandatanganan MoU Muhammadiyah dengan Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia, Selasa. (ANTARA/HO/PP Muhammadiyah)

Yogyakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Bank KB Bukopin dan Bank Muamalat Indonesia untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, kesejahteraan umat, dan pelayanan amal usaha.

Direktur Utama Bank KB Bukopin Dery Januar melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa, mengharapkan kerja sama itu mampu menciptakan pemanfaatan produk-produk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dalam rangka pengembangan usaha Muhammadiyah.

"Kami membutuhkan mitra yang mampu bersinergi untuk membangun dan memanfaatkan layanan perbankan dan mudah-mudahan dengan MoU ini semoga bermanfaat bagi semua pihak, menjadi hal yang positif baik bagi kami selaku perbankan maupun semua insan di Persyarikatan Muhammadiyah," kata dia.

Ia juga mengharapkan komitmen ini mendukung kelancaran program-program lain seperti penyediaan perumahan untuk dosen, dokter, dan karyawan Muhammadiyah lainnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia Achmad Kusna Permana berharap kerja sama itu membuat Muhammadiyah dan Bank Muamalat Indonesia dapat bersatu padu dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan bangsa Indonesia.

Ia menyadari bahwa berlomba-lomba dalam kebaikan dan saling tolong menolong merupakan prinsip dasar yang selama ini menjadi pegangan Muhammadiyah dan Bank Muamalat Indonesia.

"Jadi kita bisa sama-sama tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, dan kita hindari hal-hal yang tidak baik," kata Achmad Kusna Permana.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti ikut menyampaikan bahwa Muhammadiyah akan selalu membuka pintu bagi siapapun yang ingin bekerja sama dalam kebaikan dan tolong menolong.

Sebab bagi Mu’ti, hal itu dapat menjadi perantara dakwah untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

"Muhammadiyah senantiasa membuka open the door tapi juga open market, sehingga prinsipnya adalah mengembangkan partnership yang mutualistis. Tentu saja semuanya dalam nilai-nilai yang berdasarkan prinsip ta'awun yang diajarkan dalam al-Quran,” tutur Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021