Pangeran Harry harus diadili, pinta warga Afghanistan

id pangeran harry, keluarga afghanistan

Pangeran Harry harus diadili, pinta warga Afghanistan

Arsip - Pegawai toko buku Waterstones membongkar kemasan buku autobiografi Pangeran Inggris Harry berjudul "Spare" untuk dijual di London, Inggris, Selasa (10/1/2023). (ANTARA FOTO/REUTERS/Peter Nicholls,/foc)

Helman/Kabul, Afghanistan (ANTARA) - Beberapa keluarga Afghanistan menyerukan agar Pangeran Harry diadili setelah dia mengaku membunuh 25 orang selama masa tugasnya di peperangan Afghanistan untuk militer Inggris.

Dalam buku memoarnya yang berjudul "Spare", pangeran bergelar Duke of Sussex itu mengungkapkan bahwa dia membunuh 25 orang ketika bertugas sebagai pilot helikopter Apache di Afghanistan.

Harry bertugas di Afghanistan pertama kali sebagai pengontrol dalam serangan udara pada 2007-2008, kemudian menerbangkan helikopter serang antara 2012-2013.

Hamdullah Alizai (45), warga distrik Sangin, mengatakan bahwa pada Agustus 2008, Angkatan Udara Inggris melakukan serangan ke permukiman mereka dan menewaskan 27 orang, termasuk ayahnya dan adik laki-lakinya yang berusia 15 tahun.

"Kami sangat terpukul saat itu dan kami mengalami hari-hari yang sulit. Kami mengutuk keras pernyataan Pangeran Harry. Kami menuntut agar dia diadili dan dihukum," kata Alizay.

Sementara warga lainnya, Mohammed Alizai (38), mengatakan bahwa dalam serangan itu dia kehilangan saudara lelakinya yang berusia 23 tahun dan baru saja bertunangan.

Dia ingat bahwa mereka harus menguburkan beberapa mayat di desa yang berbeda karena takut dibombardir.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sejumlah keluarga Afghanistan minta agar Pangeran Harry diadili
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024