Tim SAR gabungan temukan pendaki tersesat

id tim sar gabungan

Jalur pendakian sisi utara Gunung Merapi melalui Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Foto ANTARA/Dok)

Sleman (ANTARA Jogja) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan lima pendaki yang tersesat di kawasan Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kelima pendaki Gunung Merapi yang tersesat akhirnya ditemukan, Kamis (20/12) sekitar jam 09.50 di sekitar Gua Macan, hulu Sungai Kuning," kata Koordinator Pos SAR Yogyakarta Asbani, Kamis.

Menurut dia, setelah Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi kelima pendaki yang ditemukan dalam keadaan selamat tersebut saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Nugroho Pakem.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, lima pendaki tersebut berangkat dari Kaliadem, Selasa (18/12).

Kelima pendaki yang tersesat tersebut yakni Aris Yulianto warga Kaumann Gondokusuman Yogyakarta, Muhammad Dayan (29) warga Blimbingsari, Caturtunggal, Sleman, Iman Hadi Purwanto alias -pung (30) warga Terban Gondokusuman Yogyakarta, Sayit Abdullah (25) warga Blimbingsari, Caturtunggal dan Fathurrahman Ridja alias Riza (23) Terban, Gondokusuman Yogyakarta.

Lima orang yang tersesat saat mendaki Gunung Merapi tersebut tidak membawa persiapan dan perlengkapan selayaknya orang yang mendaki gunung.

"Mereka hanya memakai jaket dan tidak membawa perlengkapan apapun untuk mendaki gunung," katanya.

Awalnya, mereka hanya akan melakukan ritual di gua Jepang. Namun karena tidak mengetahui jalannya, maka mereka justru tersesat dan menjauh dari lokasi tujuan.

"Mereka kami temukan dalam keadaan lemas," kata Ade Bayusetya, salah satu anggota tim SAR Linmas Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah ditemukan oleh tim SAR gabungan, mereka diberi asupan makanan dan minuman karena kondisi mereka sangat lemah. Satu di antara mereka sakit dan tidak bisa berjalan.

Supri Santoso, 50 tahun, paman dari Ipung dan Ridza menyatakan, mereka pamit keluarga untuk ritual di gua Jepang. Namun, setelah itu mereka tersesat saat kembali untuk pulang.  "Mereka sudah dari gua Jepang," katanya.

Namun, Ridza salah satu yang tersesat mengatakan, ia dan teman-teman hanya ingin berwisata ke gua Jepang saja. Namun saat ingin pulang pada Rabu (19/12) mereka justru menuju ke utara padahal seharusnya menuju ke selatan.
"Tahu-tahu ada bukit dan kami malah melihat Merapi di sisi utara," kata Ridza.

Selama tersesat itu mereka bertahan hanya dengan minum air hujan dan mengunyah garam yang dibawa. Saat ditemukan mereka dalam keaadaan lemas dan pakaian basah karena sejak malam hujan mengguyur dengan sangat deras.


(V001)


Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar