UGM kembangkan varietas jagung manis hibrida

id ugm kembangkan varietas

Ilustrasi (Foto blog.ub.ac.id)

Jogja (Antara Jogja) - Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan varietas jagung manis hibrida dengan kandungan beta karotin dan produktivitas tinggi yang diberi nama Gama Jagung Manis.

"Kami bekerja sama dengan PT Agri Makmur Pertiwi (AMP), Balitsereal Maros, dan Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4) Universitas Gadjah Mada (UGM)," kata peneliti Fakultas Biologi UGM Budi Setiadi Daryono di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, uji adaptasi jagung manis hibrida akan dilakukan pada musim kemarau 2013 di KP4 UGM dan Balitsereal Maros. Benih indukan jagung manis Talenta diperoleh dari AMP.

"Keunggulan jagung manis itu antara lain batangnya kokoh, dalam satu tanaman terdapat 2-4 tongkol berukuran sama besar, dan memiliki penampang daun lebar," katanya.

Ia mengatakan indukan jagung Provit A2 diperoleh dari Balitsereal Maros. Jagung Provit A2 memiliki keunggulan antara lain kandungan beta 0,114 ppm dan potensi hasil tinggi yakni 8,8 ton per hektare.

"Kami telah melakukan penanaman pendahuluan (uji adaptasi), dan pada 14 Mei 2013 telah dilakukan panen perdana jagung manis Talenta di KP4 UGM yang berumur sekitar 65 hari setelah tanam," katanya.

Menurut dia, pada penanaman tersebut juga dilakukan riset seleksi jumlah tongkol jagung manis Talenta (seleksi 1,2,3, dan 4 tongkol per tanaman) di KP4 UGM.

"Hasil penelitian menunjukan bahwa seleksi dua tongkol per tanaman memberikan hasil panen yang optimal dengan memanfaatkan sisa seleksi tongkol ketiga dan keempat sebagai `sweet baby corn` untuk sayuran," katanya.

Ia mengatakan, pemanenan jagung manis Talenta di KP4 UGM itu menghasilkan 7,8 ton per hektare. Pemanenan dilakukan tim peneliti Fakultas Biologi UGM bersama tim mahasiswa Laboratorium Genetika UGM dan staf lapangan KP4 UGM.

"Penelitian itu diharapkan dapat mendukung terwujudnya jaringan kerja sama yang meliputi `academic, bussines, community, and goverment` (ABCG) melalui penguatan peran dan fungsi KP4 UGM," katanya.

Menurut dia, jagung merupakan salah satu tanaman pangan di Indonesia. Pemenuhan kebutuhan benih unggul jagung Indonesia masih dikuasai oleh perusahaan benih multinasional.

"Benih unggul jagung nasional semakin dibutuhkan menghadapi sumber daya lahan yang semakin kritis di Indonesia," katanya.

(B015)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar