Nilai rerata kelulusan SMA/MA Yogyakarta tertinggi

id nilai rerata kelulusan

Ilustrasi (Foto 4referensiku.blogspot.com)

Jogja (Antara Jogja) - Nilai rerata kelulusan siswa SMA/MA di Kota Yogyakarta pada tahun ajaran 2012/2013 tertinggi dibanding empat kabupaten lain di DIY tertinggi yaitu 7,58 dan nilai tersebut lebih tinggi dibanding rerata DIY.

"Rerata nilai akhir siswa SMA/MA dari kelas IPA, IPS, Bahasa dan Agama di Kota Yogyakarta adalah yang tertinggi bila dibanding empat kabupaten lain," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY Baskara Aji di Yogyakarta, Kamis.

Meskipun nilai rerata di Kota Yogyakarta tertinggi di DIY, namun nilai rerata tersebut masih lebih rendah bila dibanding rerata nilai akhir SMA/MA pada tahun ajaran sebelumnya yang mencapai 7,60.

Penurunan rerata nilai akhir untuk SMA/MA tersebut tidak hanya dialami oleh Kota Yogyakarta, melainkan juga di keempat kabupaten lain sehingga nilai rerata kelulusan di DIY juga turun menjadi 7,32 dari total 19.862 siswa.

Di Kabupaten Bantul, rerata nilai akhir adalah 7,28; Kulon Progo 7,07; Sleman 7,22; Gunung Kidul 7,05.

Baskara menyebut, penurunan rerata nilai akhir kelulusan SMA/MA tersebut disebabkan sekolah sudah tidak lagi melakukan obral nilai ujian sekolah untuk mengangkat nilai siswa.

"Sekolah sudah memberikan nilai secara rasional dan proporsional untuk ujian sekolah," katanya.

Sementara itu, rerata nilai Ujian Nasional di DIY untuk tahun ajaran 2012/2013 masih tetap sama bila dibanding tahun lalu yaitu 6,56 dibanding 6,57.

"Memang nilai rerata untuk ujian nasional tidak banyak berubah. Nilainya hampir sama dengan tahun lalu," katanya.

Berdasarkan sekolah, total nilai Ujian Nasional untuk tingkat SMA kelas IPA diraih oleh SMA Negeri 1 Yogyakarta dengan nilai 51,26; SMA Negeri 3 Yogyakarta dengan nilai 51,24 dan SMA Negeri 5 Yogyakarta dengan 49,87.

Di kelas IPS, total nilai UN terbaik diraih oleh SMA Negeri 1 Yogyakarta dengan nilai 52,23; SMA Negeri 8 Yogyakarta 50,27 dan SMA Negeri 2 Yogyakarta 50,21.

Di kelas Bahasa, total nilai UN tertinggi diraih SMA Stella Duce 1 dengan nilai 50,22; SMA Bopkri 1 45,34 dan MAN 1 Yogyakarta 45,14, sedang di Kelas Agama diraih oleh MA Hamatalul Quran dengan nilai 50,55; MAN 1 Yogyakarta 45,94 dan MA Mualimat Muhammadiyah 45,46.

Sedang untuk SMK, total nilai UN terbaik diraih SMK Indonesia Yogyakarta dengan nilai 34,59; SMK 1 Pengasih 34,44 dan SMK 1 Depok 33,90.


                       Evaluasi UN

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY sudah melakukan sejumlah evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional SMA/SMK tahun ajaran 2012/2013 dan akan menyampaikan hasil evaluasi tersebut ke pusat.

"Ada beberapa hal yang dievaluasi seperti proses penggandaan hingga penyusunan soal ujian," katanya.

Mengenai penggandaan soal, DIY mengusulkan agar penggandaan bisa dilakukan dalam lingkup lokal, misalnya pemerintah pusat melakukan lelang di daerah.

Selain itu, DIY juga mengusulkan peningkatan kualitas lembar jawab komputer karena pada pelaksanaan UN 2013 lembar jawaban terlalu tipis sehingga membuat siswa ragu untuk menghapus jawaban karena khawatir akan sobek dan menghambat proses pemindaian.

"Kami juga akan usulkan lembar jawaban braille, tidak hanya soal dalam huruf braille untuk siswa berkebutuhan khusus," katanya.

Sedangkan untuk penyusunan soal juga diusulkan agar dilakukan seperti penyusunan soal ujian nasional untuk SD yaitu mengatur komposisi pembuat soal antara pusat dan daerah.

"Dengan komposisi soal tersebut, DIY bisa meningkatkan `grade` kelulusan yaitu lebih tinggi dari 5,5," katanya.

(E013)

Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar