Akademisi : karya sastra tolok ukur peradaban bangsa

id UGM

Akademisi : karya sastra tolok ukur peradaban bangsa

Universitas Gadjah Mada (UGM)

Jogja (Antara Jogja) - Karya sastra dapat dijadikan tolok ukur peradaban bangsa, kata dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Aprinus Salam.

"Tingkat peradaban di suatu negara itu bisa diukur dari seberapa bagus karya sastranya," katanya di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, jika karya sastranya bagus itu berarti peradaban bangsa suatu negara juga bagus. Karya sastra yang bagus dapat berperan dalam meningkatkan peradaban suatu negara.

"Oleh karena itu, keberadaan karya sastra harus terus diperjuangkan," kata Aprinus yang juga ketua panitia "Malam Anugerah Sastra dan Seni" Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM.

Dekan FIB UGM Pujo Semedi Hargo Yuwono mengatakan sebagai lembaga pendidikan dan kebudayaan, salah satu perwujudan kegiatan FIB UGM adalah memberikan apresiasi karya sastra dan kegiatan berkesenian di Indonesia.

"Kegiatan itu menunjukkan kepada publik bahwa UGM tidak hanya terpaku pada kegiatan ilmiah dan iptek, melainkan juga mengakomodasi sisi-sisi kemanusiaan," katanya.

Jadi, kata dia, kegiatan itu merupakan upaya FIB UGM dalam berpartisipasi melestarikan kebudayaan dan seni.

"Mudah-mudahan dengan langkah itu UGM menjadi semakin manusiawi, semakin beradab, dan tidak selalu berorientasi ilmu yang segala sesuatunya harus dihitung dengan angka," katanya.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB UGM Wening Udasmoro mengatakan penganugerahan sastra dan seni merupakan acara tahunan sebagai puncak rangkaian "Lomba Sastra dan Seni".

"Dari tahun ke tahun, jumlah peserta yang mengirimkan karya-karya sastranya semakin meningkat. Pada 2015 meningkat hampir 100 persen dari tahun sebelumnya, total yang masuk tahun ini sebanyak 2.375 karya," katanya.

Menurut dia, jumlah tersebut terdiri atas lomba puisi sebanyak 1.600 karya, cerpen 518 karya, foto (130), film (106), dan kritik sastra sebanyak 20 naskah. Peningkatan cukup signifikan pada karya film, karena pada 2014 hanya diikuti 16 karya.

"Malam Anugerah Sastra dan Seni FIB UGM itu akan diselenggarakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM pada 2 Desember 2015," katanya.

(B015)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar