Desa Wisata Pentingsari resmi jadi binaan BCA

id pentingsari

Direksi BCA Suwignyo Budiman (tengah) mencoba EDC di sela peresmian Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri) sebagai salah satu desa wisata binaan BCA. (Foto istimewa)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi menjadi salah satu desa wisata binaan PT Bank Central Asia (BCA).

Peresmian itu dilakukan Direksi BCA Suwignyo Budiman dan Kepala Desa Wisata Pentingsari Doto Yogantoro disaksikan Kepala BCA Kantor Wilayah II Gunawan Budi Santoso, Kepala KCU Yogyakarta Saswito Tjoe, dan Kepala Desa Umbulharjo Suyatmi, Jumat.

Suwignyo Budiman mengatakan BCA melalui program Bakti BCA kembali mendukung keberlangsungan pariwisata yang berkualitas di Indonesia. Hal itu diwujudkan antara lain dengan meresmikan Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri) sebagai salah satu desa wisata binaan BCA.

BCA secara aktif melakukan pendampingan kepada beberapa komunitas untuk dapat lebih mengembangkan potensi daerah. Melalui upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

"Salah satu komunitas yang telah aktif didampingi BCA adalah pengurus Desa Wisata Pentingsari. Setelah melakukan beberapa kali pendampingan dan pelatihan, kami meresmikan Desa Wisata Pentingsari sebagai salah satu desa wisata binaan BCA," katanya.

Menurut dia, Desa Penting Sari yang terletak di lereng Gunung Merapi merupakan daerah yang memiliki potensi untuk berkembang sebagai desa wisata alam, budaya, dan pertanian. Wisatawan dapat tinggal dan merasakan kehidupan di desa atau "live in".

Untuk mengembangkan kompetensinya, BCA telah menyelenggarakan pelatihan bagi pengurus Dewi Peri terkait pengelolaan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM).

"Pelatihan itu mencakup beberapa materi antara lain industri pariwisata dan pengelolaannya, layanan prima, kerja sama tim, dan pelatihan komunikasi. Peserta pelatihan difasilitasi untuk melakukan `benchmarking` layanan prima di sebuah hotel di Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan BCA juga menyerahkan donasi pengembangan infrastuktur yang telah dialokasikan dalam beberapa fasilitas penunjang seperti renovasi dan pembangunan joglo, toilet, dan ruang sekretariat senilai Rp109 juta.

Selain itu juga fasilitas penunjang pariwisata berupa personal computer dan printer serta "electronic data capture" (EDC) untuk memperlancar pengelolaan pariwisata Dewi Peri.

Menurut dia, BCA menyadari sudah saatnya desa-desa wisata di Indonesia dilengkapi dengan fasilitas yang memadai terutama di tengah era digital, di mana pengelolaan sektor pariwisata diproses melalui sistem komputer.

"Kami ingin terus mendukung pengelolaan dan pengembangan sektor pariwisata di Indonesia termasuk Dewi Peri melalui pemberian donasi tersebut. Penyerahan donasi itu merupakan rangkaian kegiatan pengembangan Dewi Peri," kata Suwignyo.

Ia mengatakan berkat kerja keras dan pelatihan yang telah diberikan, Desa Wisata Pentingsari sudah menunjukkan kualitas pelayanan yang mumpuni dan dijadikan acuan bagi dua desa wisata binaan BCA lainnya yakni Desa Sunten Jaya (Desa Wisata Batu Lonceng) Bandung dan Desa Wisata Taman Sari Banyuwangi dengan melakukan studi banding.

Dengan peresmian Dewi Peri sebagai desa wisata binaan BCA diharapkan kehadiran BCA tidak saja dirasakan melalui pelayanan transaksi perbankan sesuai kebutuhan nasabah, tetapi juga selalu hadir dalam menjawab berbagai kebutuhan lainnya seperti pengembangan di sektor pariwisata.

"Kegiatan penyerahan donasi itu merupakan wujud perpanjangan tangan dari nasabah BCA yang telah mempercayakan BCA sebagai bank pemberi pelayanan perbankan untuk berbagai kebutuhan," katanya.

Selain meresmikan dan menyerahkan donasi kepada Dewi Peri, kata dia, BCA juga mengadakan pelatihan layanan prima untuk pengurus wirawisata Goa Pindul, Gunung Kidul dan pengurus Desa Wisata Wukirsari, Bantul.

Menurut dia, BCA juga menyerahkan secara simbolis bantuan donasi untuk perbaikan Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM). Donasi senilai Rp2 miliar itu untuk perbaikan perpustakaan yang mengalami degradasi kualitas struktur dan non-struktur.

"Apa yang kami sumbangkan itu merupakan bagian dari upaya kami menerjemahkan kepercayaan nasabah terhadap BCA. Kami patut berterima kasih kepada nasabah yang memampukan BCA dapat berbagi bersama masyarakat di segala pelosok Tanah Air dalam berbagai bentuk kepedulian," kata Suwignyo. ***1***

(B015)

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar