Pengrajin genteng Sleman diminta berinovasi hadapi persaingan

id pengrajin genteng Sleman

Perajin genteng YOGYAKARTA - Seorang pekerja menata genteng yang sedang dijemur di Sleman, Yogyakarta, Kamis (22/3). Setiap harinya perajin genteng didaerah tersebut mampu memproduksi sekitar 400 buah genteng yang dipasarkan di wilayah Yogyakarta dan

Sleman (Antara Jogja) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo meminta pengrajin genteng di Kecamatan Godean terus berinovasi dalam menghadapi persaingan dengan produk bahan atap rumah lainnya yang makin berkembang.

"Persaingan produksi bahan atap bangunan semakin ketat, terutama produk genteng dengan beraneka ragam jenis dari berbagai macam bahan dan model yang saat ini beredar di pasaran," kata Sri Purnomo pada pengukuhan Asosiasi Pengrajin Genteng Sembada Manunggal di Kwagon, Sidorejo, Godean, Sleman, Selasa.

Menurut dia, untuk mengantisipasi persaingan tersebut diharapkan sentra genteng di Sleman khususnya Godean terus berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung proses industri dan pemasaran.

"Persaingan semakin ketat, dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi tentunya akan mempermudah dalam pengembangan dan pemasaran produk genteng di Godean ini," katanya.

Ia mengatakan Kecamatan Godean merupakan pusat industri genteng terbesar untuk wilayah Kabupaten Sleman. Bahan baku lokal untuk produksi genteng juga berasal dari wilayah setempat.

"Bahan baku tanah liat dari Godean juga memiliki kualitas yang baik dan dapat bersaing dengan produk genteng dari luar wilayah Sleman," katanya.

Sri Purnomo berharap dengan dikukuhkannya Desa Sidorejo sebagai Sentra Industri Genteng Godean dapat memajukan industri dan mengembangkan potensi yang ada di Sidorejo.

"Seluruh pelaku industri, stakeholder dan masyarakat harus bersama-sama menggunakan produk lokal agar menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri," katanya.

Ketua Umum Asosiasi Pengrajin Genteng Sembada Manunggal Sukiman mengatakan jumlah pengrajin genteng di wilayah Sidorejo sebanyak 85 pengrajin dari total 358 pengrajin genteng yang ada di Kecamatan Godean.

"Berbagai macam model genteng diproduksi di desa ini, seperti Genteng Paris, Turbo, Kodok, Magas, Morano dan Mantili," katanya.

Ia mengatakan, selain memproduksi genteng, pengrajin setempat juga memproduksi wuwung dan bata merah.

"Dengan dikukuhkannya asosiasi sentra genteng ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Sleman dapat melindungi produksi genteng asli Kabupaten Sleman agar pemasaran genteng lokal dapat berkembang sehingga industri rumah tangga pengrajin genteng dapat bertahan di tengah persaingan ketat," katanya.

Sukiman juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Sleman melarang produksi genteng dengan bahan baku dari luar wilayah Sleman agar terjaga kualitas dan produksi genteng yang dipasarkan sesuai asal wilayah.

(V001)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar