Lima investor siap investasi di Kulon Progo

id Kulon progo

Kabupaten Kulon Progo (Foto Istimewa)

Kulon Progo, (Antara Jogja) - Lima investor baru siap berinvestasi di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta dan saat ini telah mengajukan pendaftaran ke Dinas Penanam Modal dan Pelayahan Terpadu Kulon Progo.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kulon Progo Agung Kurniawan di Kulon Progo, Senin, mengatakan lima investor tersebut yakni di bidang peternakan di Kecamatan Kalibawang, gula semut di Lendah, rumah sakit di Wates, pabrik kosmetik di Sentolo.

"Pada tri wulan pertama atau Januari hingga awal Maret sudah ada lima investor baru yang sudah masuk ke Kulon Progo," katanya.

Selain lima investor yang sudah masuk, lanjutnya, ada puluhan calon investor yang mulai melakukan penjajakan di Kulon Progo. Pembangunan bandara menjadi daya tarik sendiri bagi masuknya investasi. Investor yang melalukan penjajakan tersebut, diantaranya bergerak di bidang perhotelan dan resort hingga pengolahan limbah.

"Lima investor kami pastikan sudah masuk ke Kulon Progo, lainnya masih melalukan penjajakan," katanya.

Namun demikian, kata Agung, DPMPT hanya mentargetkan investasi sebesar Rp600 miliar pada 2017. Pada 2016, target investasi Rp400 miliar tapi terealisasi Rp1 triliun.

"Kami optimistis target investasi 2017 dapat teralisasi," katanya.

Terkait alasan DPMPT belum berani meningkatkan target investasi, ia mengatakan pihaknya realistis melihat perkembangan investasi di DIY.

"Kami realistis mentargetkan investasi yang masuk. Kami berupaya meningkatkan nilai investasi," katanya.

Agung mengatakan DPMPT akan selalu memberikan kemudahan dan fasilitasi yang lebih baik kepada investor, termasuk memberantas dan membersihkan praktik pungli dalam pengurusan perizinan dan non-perizinan investasi. Diharapkan kegiatan investasi baik PMA maupun PMDN di waktu mendatang akan meningkat signifikan.

"Kami optimistis upaya ini akan menciptakan iklim investasi yang kondusif," kata dia.

Lebih lanjut, Agus mengatakan DPMPT sendiri telah memfasilitasi calon investor yang akan berinvestasi di Kulon Progo atau yang biasa disebut

"Investor Tracking". Tercatat sampai dengan akhir 2016, sebanyak 29 investor melakukan "investor tracking" di Kabupaten Kulon Progo.

Dari 29 investor tracking tersebut, 13 investor melakukan tahap perizinan, dua investor melakukan tahap penjajagan, sembilan investor dalam proses perizinan, satu investor melakukan perluasan usaha, satu investor dalam tahap penyusunan kerjasama, dua investor melakukan penyusunan studi kelayakan atau feasibility study dan satu investor dalam tahap kontruksi.

DPMPT dalam memfasilitasi investor terdiri dari berbagai bidang usaha yaitu dua investor difasilitasi dalam bidang kawasan industri, masing-masing satu investor di bidang tanaman dan pengolahan obat tradisional, pengolahan limbah B3, industri farmasi, industri alat pertanian, pertambangan, sarana telekomunikasi, power plant dan water treatment plant.

Kemudian, galeri kerajinan, wisata terpadu, kuliner, teknologi informasi, industri furniture, pengolahan sampah, pengolahan hasil tambang, pariwisata, pendidikan, kesehatan, industri percetakan dan yang paling banyak dibidang usaha perumahan ada sembilan investor.

"Kami berkomitmen mewujudkan Kulon Progo ramah investor dalam rangka percepatan pertumbuhan investasi di Kulon Progo," katanya. ***3***

(KR-STR)
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar