Pendapatan nelayan Kulon Progo lebihi UMK

Pewarta : id Pendapatan nelayan Kulon Progo lebihi UMK

Nelayan pantai selatan Yogyakarta (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww/17)

Kulon Progo  (Antara) - Pendapatan nelayan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat setiap tahun hingga melebihi upah minimum kabupaten, namun minat masyarakat menjadi nelayan masih rendah.

"Persentase pertumbuhan pendapatan nelayan di Kabupaten Kulon Progo dari 2011-2016 rata-rata 33,12 persen," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sudarna di Kulon Progo, Rabu.

Ia mengatakan pendapatan nelayan dari 2012 hingga 2016 secara berturut-turut, yakni Rp880 ribu, naik menjadi Rp1,250 juta, kemudian Rp1,343 juta, naik kembali menjadi Rp1,442 juta, dan Rp1,568 juta.

Pendapatan buruh nelayan, berbeda dengan pendapatan pemilik kapal atau perahu. Pada 2012 pendapatan pemilik kapal sebesar Rp1,340 juta, 2013 sebesar Rp1,750 juta, 2014 sebesar Rp1,9 juta, 2015 sebesar Rp2,885 juta, dan 2016 sebesar Rp3,244 juta.

"Pendapatan pemilik kapal pertumbuhan rata dari 2011 sampai 2016 sebesar 40,61 persen. Angka pendapatan nelayan dan pemilik kapal di Kulon Progo termasuk tinggi. Namun, masyarakat masih belum menjadikan nelayan sebagai profesi," kata Sudarna.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan DKP Kulon Progo Prabowo Sugondo mengatakan potensi laut di persisir selatan DIY, khususnya Kulon Progo sangat tinggi. Namun, belum ditangkap dengan optimal. Nelayan melaut tidak lebih dari dua mil laut.

Menurutnya, kalau nelayan berani melaut di atas empat mil laut, hasil tangkapan akan sangat banyak. Pendapatan nelayan juga melebihi UMK Kulon Progo.

"Kami menyadari nelayan Kulon Progo bukan asli nelayan sehingga pendapatan mereka juga belum optimal dari potensi yang bisa digali," katanya. ***1***(KR-STR)
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar