Legislator meminta BPBD segera memperbaiki jalan rusak

id bpbd, legislator, jalan

BPBD Kabupaten Kulon Progo bersama anggota DPRD Kulon Progo meninjau lokasi bencana tanah longsor yang menutup akses jalan di Kecamatan Samigaluh. (Foto Antara)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ponimin Budi Hartono meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat segera memperbaiki jalan rusak akibat bencana badai Siklon Cempaka 28 November 2017.

Ponimin di Kulon Progo, Minggu, mengatakan ada beberapa ruas jalan rusak parah akibat badai Siklon Cempaka, mulai dari Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang.

"Ruas-ruas jalan tersebut ada yang ambles, hilang taludnya hingga tinggal separuh. Kami minta BPBD segera memperbaiki jalan rusak tersebut sebelum masa tanggap darurat bencana berakhir," kata Ponimin.

Ia mengatakan jalan yang rusak tersebut sangat memengaruhi roda ekononomi masyarakat karena menjadi jalan utama transportasi. Kemudian, jalan rusak juga memengaruhi kunjungan wisata di kawasan Bukit Menoreh.

Wisatawan tidak bisa ke objek wisata karena jalan ambles seperti di Gua Kiskendo.

"Kami minta BPBD bekerja sama dengan Dinas Perhubungan memasang rambu-rambu lalu lintas di ruas jalan yang rusak, mengantisipasi kecelakaan lalu lintas," pintanya.

Lebih lanjut, Ponimin minta BPBD memperhitungkan secara seksama rehabilitasi dan rekonstruksi jalan rusak. Jangan sampai jalan yang sudah diperbaiki kembali rusak akibat bencana tanah longsor.

"Perencanaan harus matang, dan kapan akan dilaksanakan, hingga pendanaan dari Pemda DIY dan pusat," kata dia.

Ponimin juga meminta BPBD segera melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi sebanyak 355 unit yang rusak akibat badai Siklon Cempaka.

"Rumah yang rusak segera diperbaiki, bagi warga yang mau direlokasi segera direlokasi. Kami juga minta tempat-tempat ibadah segera diperbaiki," harapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan badai siklon Cempaka pada 28 November 2017 menyebabkan 300 unit rumah harus direnovasi, 50 unit rumah harus direlokasi, kemudian hujan deras pada awal Februari menyebabkan lima rumah juga perlu direnovasi.

"Kami mengupayakan bantuan untuk renovasi dan relokasi 355 unit rumah ke BPBD DIY dan BNPB. Namun, sampai saat ini belum mendapat kepastian," kata Gusdi.

Ia mengatakan kondisi rumah warga yang rusak masih ditempati, meski kondisinya tidak layak. Kemudian, 50 rumah warga yang rusak berat belum mendapat lokasi relokasi.

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial, dan pemerintah desa untuk penanganannya," kata dia. 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar