Tiga titik talut Sungai Gajah Wong longsor

id longsor

Kondisi rumah di bantaran Sungai Code, Jogoyudan, Gowongan, Yogyakarta yang longsor. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta mencatat terdapat tiga titik talut Sungai Gajah Wong longsor akibat hujan lebat yang terjadi Rabu (7/3) sore.

"Talut yang longsor juga menyebabkan jalan inspeksi yang ada di atasnya ikut rusak," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Kamis.

Ketiga titik talut yang longsor tersebut berada di Kelurahan Baciro dengan kerusakan sepanjang 20 meter, sedangkan di Kelurahan Pandeyan mengalami kerusakan sepanjang 50 meter dan di Kelurahan Muja-muju mengalami kerusakan sepanjang 20 meter.

Aki mengatakan akan menyusun perencanaan untuk perbaikan ketiga titik talut yang mengalami kerusakan dan mengusulkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO) untuk perbaikannya.

"Sesuai kewenangan sungai, maka Sungai Gajah Wong masuk di bawah kewenangan BBWSO. Oleh karena itu, kami akan coba usulkan perbaikan talut ke balai terlebih dulu," katanya.

Jika BBWSO tidak menangani kerusakan talut, maka Pemerintah Kota Yogyakarta akan melakukan perbaikan menggunakan dana insidentil.

Kebutuhan anggaran perbaikan untuk talut di Kelurahan Pandeyan diperkirakan mencapai Rp200 juta, sedangkan di Muja-muju membutuhkan anggaran sekitar Rp100 juta dan di Baciro sekitar Rp30 juta.

"Meskipun kami memiliki dana insidentil sekitar Rp1,6 miliar, namun dana itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan satu tahun. Apalagi, ini baru memasuki Maret, dan dimungkinkan masih akan ada kerusakan lain hingga Desember. Kami pun harus hemat," kata Aki.

Sementara itu, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, potensi hujan lebat wilayah Kota Yogyakarta masih akan terjadi hingga Sabtu (10/3).

"Hujan yang terjadi pada Rabu (7/3) memiliki intensitas 100 milimeter per hari atau masuk kategori sangat lebat. Saat ini, wilayah DIY masih masuk musim hujan," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiyono.

Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, banjir maupun tanah longsor, termasuk petir dan angin kencang.

(E013)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar