Timnas putri basket menyaring 14 pemain terbaik TC kedua

id bola basket

Ilustrasi (Foto Antara)

 Jakarta (Antaranews Jogja) - Pelatih tim nasional bola basket putri untuk Asian Games 2018 Arif Gunarto mengatakan, dari 16 pemain yang terlibat pemusatan latihan (TC) kedua pada 23 April-8 Juni 2018, akan disaring 14 pemain terbaik.

        Ke-14 pemain ini, ujar Arif, nantinya akan disertakan ke TC luar negeri yang rencananya berlangsung di Korea Selatan mulai akhir Juni 2018.

        "Setelah TC ini kami akan bawa 14 pemain luar negeri. Kemudian dari jumlah itu disusutkan lagi menjadi 12 pemain inti yang akan bermain di Asian Games 2018," ujar Arif, yang biasa pula disapa Njoo Lie Fan, ketika dihubungi dari Jakarta, Senin.

        Dia melanjutkan, TC timnas di luar negeri akan berlangsung kurang lebih 20 hari. Mereka akan berangkat setelah semua pemain timnas kembali dari libur Lebaran.

        Di Korsel, Arif berharap timnya bisa mendapatkan lawan uji coba seperti yang halnya masa persiapan jelang SEA Games 2017 di Malaysia, di mana timnas putri mendapatkan perunggu.

        Adapun sebanyak 16 pemain seleksi untuk tim nasional bola basket putri Indonesia mengikuti pemusatan latihan kedua di tahun 2018 di GMC Basketball Arena, Cirebon, Jawa Barat, pada 23 April-8 Juni 2018.

        Sebelumnya, TC perdana timnas bola basket putri dilaksanakan pada 9-12 Januari 2018 dan diikuti 23 pemain, juga di Cirebon.

        Ke-16 pemain yang terlibat di TC kedua adalah Priscilla Annabel, Tiara Aulia Denaya, Helena Maria, Dora Lovita, Henny Sutjiono, Vonny Hantoro, Christine Aldora Tjundawan, Adelaide Callista, Clarita Antonio, Natasha Debby Christaline, Ivonne Febriani Sinatra, Dyah Lestari, Gabriel Sophia, Nathania Claresta, Kadek Pratita Citta Dewi dan Putu Eka Liana.

        Meski demikian, Arif menegaskan pihaknya selalu terbuka dengan nama-nama baru di luar daftar tersebut.

        "Saya akan terus memantau kompetisi Srikandi Cup 2017-2018 dan melihat apakah ada pemain lain yang pantas masuk ke tim atau tidak," kata Arif.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar