Tim Irak kalahkan wakil Indonesia 7-4

id Futsal

Ilustrasi (Foto Antara/Hery Sidik/)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Tim futsal asal Irak, Nafit Al Wasat mampu mengalahkan wakil Indonesia, Vamos Mataram dengan skor 7-4 pada laga perempat final AFC Futsal Club Championship 2018 di GOR Amongraga Yogyakarta, Rabu malam.

Dua gol pertama tim Irak diciptakan pada babak pertama, kemudian dua gol di babak kedua, dan tiga gol di babak tambahan waktu dua kali lima menit. Sementara gol Vamos dicetak pada babak pertama satu gol dan tiga gol pada babak kedua.

Memasuki babak pertama pertandingan, serangan demi serangan Vamos Mataram belum dapat menembus pertahanan Nafit Al Wasat, justru pemain Nafit cenderung dominan dalam penguasaan bola, sehingga berhasil mencetak gol pada menit-menit awal.

Vamos yang tertinggal di menit-menit awal pertandingan memang harus berupaya keras menyamakan kedudukan, di sisi lain memperkuat pertahanan belakang agar tidak semakin kebobolan gol oleh para pemain Nafit dengan fisik yang kuat.

Selama babak pertama itu, Himawan dan kawan-kawan berupaya keras menerobos pertahanan pemain Nafit, mengecoh dengan umpan, namun peluang demi peluang tidak berhasil disempurnakan karena selalu dihalau pemain Nafit.

Gol kedua bagi tim Nafit justru tercipta karena memanfaatkan kesalahan pemain Vamos di lini belakang, bahkan beberapa menit kemudian pemain Vamos kembali melakukan kesalahan dan membahayakan gawang, namun berhasil diselematkan kiper.

Upaya keras dari pemain Vamos baru membuahkan hasil setelah pemain menekan dan menerobos dari sisi kiri, dan tembakan keras mampu membobol gawang, sehingga dapat memperkecil ketertinggalan hingga skor 2-1 sampai akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua pertandingan, permainan Vamos dapat mengimbangi permainan Nafit dalam penguasaan bola, beberapa kali adu kuat dalam penguasaan bola antarpemain, namun masih bisa diblok lawan ketika di depan gawang.

Tetapi upaya keras Vamos membuahkan hasil setelah pemain depan menghadang umpan bola dari pemain Nafit yang bermaksud diberikan ke rekan, namun diserobot dengan tendangan keras ke arah gawang, sehingga bisa menembus gawang Nafit.

Setelah gol Vamos yang berhasil menyamakan kedudukan 2-2 itu membuat semangat Himawan dan kawan-kawan makin terbakar untuk menambah gol, beberapa peluang dan tendangan ke gawang dilepaskan, namun berhasil diselamatkan kiper Nafit.

Gol ketiga Vamos Mataram tercipta dengan memanfaatkan umpan pendek dari pemain dalam serangan balik, dan upaya dengan memanfaatkan kelengahan pemain Nafit itu berhasil disempurnakan Iqbal dengan sontekan tidak terlalu keras dan lolos di bawah kaki kiper.

Pada 10 menit terakhir babak kedua permainan Vamos cenderung berkurang tempo dan kecepatan itu karena kelelahan para pemain, hal itu tidak lepas dari kehati-hatian pemain karena sudah unggul 2-3, itu karena ketegangan di antara para pemain.

Tampaknya upaya keras dari pemain Nafit membuahkan hasil setelah tendangan keras dari pemain tim Irak mengarah ke samping atas gawang Vamos yang tidak dapat dihalau kiper, dan membawa Nafit mampu menyamakan kedudukan skor gol 3-3.

Kemudian gol kembali tercipta pada enam menit terakhir jelang babak kedua, hingga membawa Nafit memimpin skor gol 4-3, sebuah gol yang tentu membalikkan keadaan.

Pada 15 detik terakhir, pemain Vamos berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4, sebuah gol yang menyelamatkan tim wakil Tanah Air dari kekalahan selama dua kali 20 menit, dan memaksa terjadi tambahan waktu yang tentu menjadi momen menegangkan.

Akan tetapi selama lima menit pertama tambahan waktu, Vamos Mataram harus tertinggal dua gol, setelah pemain Nafit berhasil menyarangkan dua gol berturut turut ke gawang Vamos sehingga skor menjadi 6-4.

Namun, pada babak kedua tambahan waktu, upaya keras, tekanan dan serangan-serangan pemain Vamos dengan merebut bola dari penguasaan Nafit, namun belum mampu membalikkan keadaan, justru Vamos kembali kebobolan gol, hingga skor menjadi 7-4 untuk kemenangan Nafit.




(KR-HRI)   08-08-2018 20:37:20



 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar