Bupati Sleman luncurkan layanan sambang warga

id Bupati sleman

Bupati Sleman, Sri Purnomo (Foto: jogja.antaranews.com)



Sleman (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan program Layanan Sambang Warga atau Lamsamba di Dusun Sembung, Sukoharjo, Ngagglik Kabupaten Sleman,  Senin.

     

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, Lasamba merupakan program inovasi dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman, yang merupakan program jemput bola dalam menangani aduan masyarakat yang masuk terkait dengan Iayanan perlindungan sosial.

     

"Tujuannya untuk mendekatkan layanan dari Pemerintah Kabupaten Sleman kepada masyarakat dengan menyambangi warga dan sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya bagi masyarakat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan sosial dan bantuan sosial," katanya saat menyambangi salah satu rumah warga yang mendapatkan bantuan.

     

Ia mengatakan, program Lasamba ini menjadi solusi bagi warga masyarakat tidak mampu atau membutuhkan untuk mendapatkan bantuan tanpa harus mengajukan terlebih dahulu kepada dinas sosial.

     

Dalam pelaksanaan peresmian tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan oleh Bupati Sleman kepada tujuh warga yang membutuhkan dengan total bantuan uang sejumlah Rp10.700.000, satu buah alat kaki palsu serta dua buah kursi roda.

     

Selain menyerahkan bantuan secara langsung, Sri Purnomo juga berkesempatan memakaikan rompi kepada sejumlah relawan yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai tanda dilaunchingnya program Lasamba.

     

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman Sri Murni Rahayu mengatakan untuk mendukung pelaksanaan program Lasamba agar lebih cepat dan tuntas dalam memberikan pelayanan, program ini didukung Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial yang berjumlah 25 personel yang terdiri dari personil Dinas Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Pendamping PKH.

     

"Selama pelaksanaan Lasamba di 2018 ini, kurang lebih 77 warga atau keluarga yang sudah terlayani melalui program Lasamba ini," katanya.

     

Ia mengatakan, beberapa contoh keluhan dan aduan warga yang sudah terlayani oleh program Lasamba adalah warga yang membutuhkan alat bantu disabilitas seperti kaki palsu, kursi roda dan lainnya.

     

"Kemudian keluarga yang kesulitan biaya sekolah anak, lanjut usia terlantar, penyandang disabilitas berat dan lain sebagainya," katanya.

     

Ia berharap melalui kegiatan atau program Lasamba yang telah dilaunching secara langsung oleh Bupati Sleman ini menjadi salah satu program andalan dari kegiatan Dinas Sosial dalam rangka mendukung upaya penurunan kemiskinan sebanyak delapan persen pada 2021.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar