Meski kasus DBD di Yogyakarta turun, warga diminta tetap waspada

id demam berdarah,musim hujan

Pasien penderita demam berdarah (Foto Antara)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Jumlah kasus demam berdarah dengue di Kota Yogyakarta pada tahun ini turun cukup signifikan dibanding periode yang sama pada tahun lalu, namun Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta masyarakat tetap waspada.
   
“Kewaspadaan dan antisipasi terhadap penularan demam berdarah tetap harus dilakukan. Apalagi saat ini sudah mulai sering turun hujan,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat di Yogyakarta, Jumat.
   
Hingga saat ini, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Yogyakarta tercatat 82 kasus, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mencapai sekitar 300 kasus.
   
Penurunan kasus demam berdarah tidak hanya terjadi di Kota Yogyakarta saja tetapi terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.
   
Kondisi tersebut, lanjut dia, salah satunya dipengaruhi musim kemarau yang cuup panjang sehingga mampu mempersempit perkembangbiakan nyamuk, khususnya nyamuk aedes aegypti sebagai nyamuk pembawa virus DBD.
   
“Karena sekarang sudah mulai turun hujan, maka masyarakat diimbau untuk melakukan gerakan 3M, mengubur, menguras bak mandi dan menutup tempat air,” katanya.
   
Namun demikian, lanjut Agus, masyarakat tidak hanya sekadar melakukan gerakan 3M untuk barang-barang yang terlihat saja, tetapi juga mencermati tempat lain yang berpotensi menampung air hujan dan bisa menjadi tempat berkembangbiak nyamuk, seperti talang air .
   
“Talang air harus dicek agar aliran air hujan tetap lancar dan tidak menggenang. Sedangkan untuk kolam atau genangan yang sulit dibersihkan, bisa ditambah dengan ikan yang akan memakan jentik nyamuk,” katanya.
   
Masyarakat, lanjut dia, dituntut bersikap waspada jika ada anggota keluarga yang mengalami demam. “Penghitungan waktu demam sangat penting dilakukan agar dokter bisa menentukan tindakan yang tepat,” katanya.
   
Ia pun mengimbau warga untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mengarah pada demam berdarah.
   
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Fita Yulia mengatakan, masyarakat juga perlu menjaga pola hidup bersih dan sehat.
   
“Selain DBD, sejumlah penyakit yang biasanya menyerang adalah influenza, batuk, pilek, cangkrang, gabag bahkan infeksi mata,” katanya. ***4***
(E013)
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar