Wabup : seleksi Sekda Bantul mendekati final

id Wabup Bantul

Wakil Bupati Bantul, DIY Abdul Halim Muslih (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antaranews Jogja) - Wakil Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Abdul Halim Muslih mengatakan proses seleksi untuk pengisian jabatan Sekretaris Daerah kabupaten ini sudah mendekati final atau tinggal selangkah lagi. 
     
Wabup Bantul di Bantul, Selasa, mengatakan sudah ada tiga nama kandidat Sekda Bantul berikut nilai hasil seleksi sebelumnya yang sudah disampaikan tim seleksi ke Bupati Bantul untuk dimintakan rekomendasi Gubernur DIY. 
     
"Tiga-tiganya yang disampaikan oleh timsel itu nanti akan dimintakan rekomendasi dan penetapannya oleh Bupati Bantul kepada Gubernur DIY, sampai situ (tahapannya), dan ini sudah mendekati final," katanya.
     
Tiga nama kandidat Sekda Bantul itu yaitu Helmi Jamharis (Asisten Bidang Pemerintahan Setda Bantul), Hermawan Setiadji (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja) dan Pulung Haryadi (Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul).
     
Namun demikian, Wabup mengatakan, tentang siapa yang akan terpilih menjadi Sekda Bantul pihaknya belum mengetahui pasti, karena itu juga merupakan hak prerogatif Bupati yang akan memilih dan merekomendasi salah satu di antara tiga kandidat itu. 
     
"Bisa ditanyakan ke bupati itu apakah ada tahapan lainnya, karena yang memiliki hak prerogatif dan mengangkat itu beliau (Bupati), tetapi kan hak prerogatif beliau juga dibatasi oleh aturan," katanya. 
       
Menurut dia, sebelumnya mengerucut tiga nama kandidat itu, ada empat pejabat yang ikut seleksi, namun yang dinyatakan lulus tiga orang, dan pihaknya kembali menegaskan hak preorigatif Bupati untuk menentukan siapa kandidat terpilih dibatasi oleh ketentuan. 
     
Aturannya begitu, hak prerogatif itu tidak lalu bebas (memilih), tidak. Pasti ada koridornya. Ada tiga kemungkinan dan koridornya seperti itu, salah satu dari tiga itu dengan pertimbangan khusus dan tambahan yang diperlukan," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar