Pakar: universitas berbasis kewirausahaan membutuhkan motivasi tinggi

id umy

Pakar dari Fakultas Bisnis Manajemen dan Ilmu Sosial University of Applied Science Osnabrueck, Jerman, Prof Peter Mayer (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pakar dari Fakultas Bisnis Manajemen dan Ilmu Sosial University of Applied Science Osnabrueck, Jerman, Prof Peter Mayer mengatakan universitas berbasis kewirausahaan membutuhkan motivasi tinggi.
     "Hal itu penting karena untuk menjadi sebuah universitas kewirausahaan harus bisa melihat peluang dan berani mengambil risiko," katanya pada Forum Dekan Internasional "Dies International Dean's Course South-East Asia 2018/2019" di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Yogyakarta, Jumat.
     Menurut dia, untuk menjadi universitas kewirausahaan harus bisa melihat peluang yang orang lain melihatnya sebagai masalah. Selain itu, berani mengambil risiko dan menerima kegagalan, dengan memanfaatkan kreativitas dan fleksibilitas tinggi.
     "Industri 4.0 menuntut setiap kalangan untuk bisa berinovasi karena kecanggihan teknologi yang tidak dapat dibendung. Terlebih di kalangan universitas," kata Peter.
     Di kalangan universitas, kata dia, kini mulai bermunculan perguruan tinggi yang bekerja sama dengan perusahaan atau membangun usaha sendiri untuk mendapatkan pemasukan dan memberi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kewirausahaan.
     "Entrepreneurial university atau universitas kewirausahaan merupakan sebuah institusi yang mencoba mengidentifikasi peluang baru. Seperti halnya membuat program baru yang mengikuti perkembangan zaman dan area penelitian yang semakin luas," katanya.
     Dengan demikian, menurut dia, universitas tersebut bisa siap menerima segala risiko untuk mendapatkan hadiah berupa kesuksesan di masa depan. Namun, sebagai institusi yang memiliki mahasiswa, universitas juga harus memperhatikan mahasiswanya untuk menciptakan kader pebisnis andal.
     "Sebuah universitas kewirausahaan harus mencoba memberikan semangat berwirausaha juga kepada mahasiswanya. Hal itu bisa dilakukan melalui program 'entrepreneurship' serta pembelajaran tentang bisnis, seminar, konferensi, dan pelatihan," kata Peter.***1***
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar